Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Tantangan Baru Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 menunjukkan daya tahan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. 

Head of Internal Audit IFG Life, Bunyamin, menilai capaian ekonomi kuartal II layak dijadikan pijakan bagi pelaku usaha maupun korporasi dalam menyusun strategi bisnis ke depan.

"Angka pertumbuhan ekonomi Q2 2026 sebesar 5,29 persen yang baru saja dikeluarkan oleh BPS menurut saya cukup valid untuk dijadikan basis pengambilan keputusan bisnis maupun proyeksi aksi korporasi ke depan," kata Bunyamin kepada RMOL, Jumat, 7 Agustus 2026.


Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas pertumbuhan perlu dibaca lebih dalam. Sebab, pertumbuhan investasi yang tercermin dari meningkatnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) belum sepenuhnya diikuti indikator ekonomi lain, termasuk industri asuransi umum yang justru masih mengalami kontraksi.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga belum merata antarwilayah. Jawa dan Bali-Nusa Tenggara masih menjadi motor utama, sementara Kalimantan, Maluku, dan Papua tumbuh jauh di bawah rata-rata nasional.

Menurut Bunyamin, kondisi tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia tetap kuat secara agregat, tetapi membutuhkan perhatian lebih terhadap kualitas dan pemerataan pertumbuhan.

"Pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada Kuartal II 2026 sebenarnya adalah cerita tentang dua Indonesia yang berjalan beriringan,"

"Tapi begitu kita menggali satu lapis lebih dalam, muncul pola yang konsisten dan berulang. Inilah yang membuat pertumbuhan kali ini pantas disebut resilient but more risk sensitive," ujarnya.

Dalam pandangannya, kondisi tersebut bukan berarti prospek ekonomi memburuk. Justru, pertumbuhan investasi yang tetap kuat membuka peluang baru, termasuk bagi industri asuransi, karena meningkatnya aktivitas ekonomi akan menciptakan risiko-risiko baru yang membutuhkan perlindungan.

Karena itu, ia menilai tantangan ke depan bukan sekadar menjaga laju pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan manfaat pertumbuhan semakin merata dan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di berbagai sektor.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya