Berita

Kepala BRIN Arif Satria (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Instruksikan BRIN Kaji Penerapan E100 Seperti Brasil

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghitung berbagai implikasi teknis maupun kebijakan apabila Indonesia meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati, baik biodiesel maupun bioetanol.

Menurut Kepala BRIN Arif Satria, pihaknya diminta mengkaji secara komprehensif peluang penerapan campuran bahan bakar biodiesel mulai dari B60-B100. 

Sementara untuk bioetanol, Presiden mengarahkan penerapannya dimulai dengan E30, bahkan E100 seperti yang sudah ada di Brasil.


"Kita diminta untuk mengkaji apa implikasi kalau kita terapkan B60, apa implikasi kalau kita terapkan B100. Kemudian bagaimana kalau E30 ya karena Brazil sudah sampai E100," ujarnya dalam sebuah pernyataan di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah memutuskan membangun sedikitnya 30 pabrik pendukung produksi bioetanol berbahan baku tebu untuk mempercepat pengembangan bensin campuran etanol di Indonesia. 

Keputusan itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya Terintegrasi Tebu, Padi, dan Kedelai di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 17 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan Indonesia telah memiliki kemampuan untuk memproduksi bensin campuran etanol 10 persen (E10) dan menargetkan peningkatan hingga E20. 

Untuk mewujudkan target itu, pemerintah akan memperbanyak fasilitas produksi bioetanol di berbagai daerah.

"Dan hari ini kita dipaparkan, saya melihat pameran, sudah mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur etanol. Kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik," ujar Prabowo.

Presiden juga menyatakan optimistis Indonesia mampu mengejar negara-negara yang lebih dahulu mengembangkan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan seperti Brasil dan India.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya