Ilustrasi (Foto: akun X @fifamedia)
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengambil sikap yang berbeda di tengah meningkatnya tekanan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Saat sejumlah konfederasi mulai menjauh, organisasi sepak bola Afrika itu justru menegaskan dukungan penuh kepada orang nomor satu di FIFA tersebut.
Keputusan itu diambil secara bulat oleh Komite Eksekutif CAF pada Kamis, 6 Agustus 2026, waktu setempat. Sikap tersebut bertolak belakang dengan UEFA yang pada hari yang sama menyatakan komitmennya untuk memboikot Piala Dunia di semua level selama Infantino masih menjabat. Dukungan dari Afrika menjadi dorongan penting bagi Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
CAF memiliki pengaruh besar di FIFA karena menaungi 54 dari 211 asosiasi anggota. Sejak Infantino terpilih pada 2016, mayoritas negara anggota CAF dikenal konsisten berada di barisan pendukungnya.
"Komite Eksekutif CAF dengan suara bulat menegaskan kembali dukungannya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino dan berterima kasih atas dukungannya terhadap sepak bola Afrika selama bertahun-tahun," demikian bunyi pernyataan resmi CAF, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Presiden CAF, Patrice Motsepe, juga menyambut keputusan FIFA untuk mengevaluasi proses yang memicu polemik terkait rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE). Menurutnya, evaluasi itu harus dibarengi dengan penerapan tata kelola yang lebih baik dan transparan.
"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan FIFA, asosiasi anggota, konfederasi lain, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga tata kelola, proses yang adil, transparansi, serta mendorong pertumbuhan sepak bola di seluruh dunia," kata Motsepe.
Pernyataan tersebut memberi sedikit kelegaan bagi Infantino yang belakangan menghadapi kritik luas akibat rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia, yang akhirnya dibatalkan. Sebelumnya, sejumlah petinggi sepak bola Afrika, termasuk Wakil Presiden CAF Fouzi Lekjaa, juga telah menyatakan dukungan mereka terhadap Infantino.
Motsepe bahkan secara terbuka menunjukkan kedekatannya dengan Presiden FIFA itu.
"Saya pribadi mendukung Gianni Infantino. Dia bukan hanya teman baik, tetapi teman yang setia. Dia setia kepada Afrika," ujarnya.
"Saya berasal dari latar belakang yang mengajarkan bahwa ketika seseorang telah setia kepada Anda, maka Anda tidak akan pernah mengkhianatinya," tegas Motsepe.