Berita

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kabupaten Garut, Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi TV Parlemen)

Politik

DPR Dorong Garut jadi Pusat Industri Vetiver Dunia

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan bahwa diplomasi parlemen harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, salah satunya dengan membuka akses kerja sama internasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Kabupaten Garut.

“Garut memiliki modal pembangunan yang sangat kuat, baik dari sisi sumber daya alam, industri, maupun pariwisata. Tantangan kita saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan komoditas unggulan, tetapi bagaimana menjadikan komoditas tersebut memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar,” ujar Aboe Bakar saat Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kabupaten Garut, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, minyak akar wangi (vetiver) Garut telah diakui kualitasnya di tingkat dunia. Namun selama ini keuntungan terbesar justru dinikmati industri luar negeri karena Indonesia masih banyak mengekspor bahan baku.


“Sudah saatnya Garut membangun ekosistem industri yang lebih lengkap. Tidak hanya memproduksi minyak atsiri, tetapi juga mengembangkan pusat riset, laboratorium berstandar internasional, inkubasi industri kosmetik dan aromaterapi, hingga membangun identitas global ‘Garut Vetiver’. Harapan kita, ketika dunia berbicara mengenai vetiver, yang pertama kali mereka ingat adalah Garut,”  jelasnya.

Politikus senior PKS itu menjelaskan, BKSAP siap memanfaatkan jejaring diplomasi parlemen untuk mempertemukan Pemerintah Kabupaten Garut dengan negara-negara yang memiliki industri parfum dan kosmetik maju.

“Kami dapat membantu membuka komunikasi dengan Perancis, Swiss, maupun Jepang agar kerja sama tidak berhenti pada promosi semata, tetapi berkembang menjadi transfer teknologi, riset bersama, hingga business matching antara pelaku usaha Garut dengan mitra internasional,” ujarnya.

Selain sektor vetiver, Aboe juga menyoroti industri kulit Sukaregang yang telah lama menjadi identitas Kabupaten Garut. Ia menilai tantangan perdagangan global kini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga standar lingkungan dan sertifikasi internasional.

“Garut perlu memiliki pusat pendampingan industri kulit yang mampu membantu UMKM memperoleh sertifikasi internasional, meningkatkan desain produk, memperbaiki pengelolaan limbah, sekaligus memperluas akses pasar. Dengan demikian, pelaku usaha kecil tidak lagi berjalan sendiri menghadapi persyaratan ekspor yang semakin kompleks,” jelasnya.

Melalui hubungan yang dimiliki BKSAP dengan parlemen berbagai negara, lanjut Aboe, pihaknya siap mendorong kerja sama teknis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi industri kulit Garut.

“Saya meyakini Garut telah memiliki hampir seluruh modal untuk menjadi daerah yang berdaya saing global. Yang diperlukan sekarang adalah menghubungkan seluruh potensi tersebut dengan jejaring internasional secara lebih sistematis dan terukur. BKSAP siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Garut untuk membuka pintu komunikasi dengan parlemen negara sahabat, organisasi internasional, maupun berbagai pemangku kepentingan global, sehingga diplomasi parlemen benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya