Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Harapan Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar Eropa

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Optimisme kembali menyelimuti pasar saham Eropa seiring meningkatnya harapan akan meredanya konflik di Timur Tengah serta derasnya laporan keuangan perusahaan yang melampaui ekspektasi berhasil mendorong investor memburu saham.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, waktu setempat, indeks STOXX 600 menguat 0,16 persen atau 1,05 poin ke level 658,19 setelah sempat menyentuh rekor intraday di 660,91. 

Bursa utama Eropa juga bergerak positif. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,05 persen menjadi 26.140,13, CAC 40 Prancis menguat 0,35 persen ke rekor penutupan baru 8.699,71, sedangkan FTSE 100 Inggris menjadi satu-satunya indeks utama yang melemah, turun 0,19 persen ke 10.867,89. 


Penguatan bursa terutama didorong oleh meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kemajuan pembahasan mengenai pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga mendorong minat investor kembali ke aset berisiko.

Selain sentimen geopolitik, musim laporan keuangan juga menjadi penopang utama reli pasar. Data LSEG menunjukkan proyeksi pertumbuhan laba emiten STOXX 600 pada kuartal II kini meningkat menjadi hampir 21 persen, jauh di atas perkiraan sekitar 12,5 persen pada awal Mei. Kondisi ekonomi zona Euro yang tetap tangguh juga ikut memperkuat kepercayaan investor.

Dari sisi saham, Deutsche Telekom menjadi salah satu bintang perdagangan setelah melonjak 6,3 persen usai meningkatkan nilai program pembelian kembali saham (buyback) hingga 5 miliar Euro. Penguatan tersebut turut mengangkat sektor telekomunikasi Eropa yang naik 2,9 persen.

Sektor media juga mencuri perhatian. Saham WPP melesat 28,6 persen atau menjadi kenaikan harian terbesar sejak 1992 setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan bisnis yang melampaui ekspektasi analis. Sementara itu, saham Renk naik 5,8 persen berkat lonjakan pesanan pada kuartal II.

Sebaliknya, saham Rheinmetall turun 3,5 persen setelah memangkas proyeksi penjualan tahun 2026. 

Saham Siemens juga terkoreksi 4,5 persen karena kinerja divisi industri digitalnya belum memenuhi ekspektasi pasar, meski perusahaan tetap mencatat laba industri kuartalan tertinggi sepanjang sejarah dan menaikkan proyeksi kinerja untuk sepanjang tahun.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya