Berita

Presiden Prabowo Subianto mencoba air minum darurat di stan BRIN (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 19:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung beragam hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Peninjauan dilakukan sebelum Kepala Negara berdialog dengan sekitar 150 periset BRIN sebagai bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk mendukung agenda pembangunan nasional.

Didampingi Kepala BRIN Arif Satria, Presiden mengunjungi sejumlah stan yang memamerkan inovasi di bidang energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, teknologi pengolahan air, hingga pengelolaan sampah. 


Sepanjang peninjauan, Prabowo tampak aktif berdiskusi dengan para peneliti dan menggali potensi penerapan teknologi yang dinilai strategis bagi kepentingan nasional. 

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden adalah unit pengelolaan air darurat yang mampu mengubah air banjir, air payau, air tanah, maupun air sungai menjadi air siap minum. Prabowo bahkan mencoba langsung hasil olahan teknologi tersebut.

Dalam pidatonya, Kepala BRIn menjelaskan berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan bagian dari pembangunan kemandirian teknologi nasional. 

Salah satunya adalah teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) yang dikembangkan melalui kerja sama Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa. 

"Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujar Arif.

Di sektor kedirgantaraan, BRIN mengembangkan berbagai teknologi mulai dari desain pesawat, wahana nirawak hingga satelit penginderaan jauh. 

Pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027 guna mendukung kebutuhan data nasional di sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan maritim. 

Sementara di bidang pertahanan, BRIN mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap yang mampu terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer untuk mendukung misi pemantauan dan pengawasan wilayah.

Tak hanya itu, BRIN juga memamerkan inovasi kendaraan listrik, kapal nelayan bertenaga listrik, mesin berbahan bakar fleksibel, teknologi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga berbagai terobosan di bidang kesehatan seperti vaksin, radiofarmaka, alat diagnosis, dan alat kesehatan. 

Di sektor industri, BRIN mengembangkan sepatu sekolah berbahan karet lokal dengan teknologi One Piece Injection Molding yang diproduksi dengan biaya di bawah Rp70 ribu, serta smart insole untuk rehabilitasi medis, olahraga, dan keselamatan kerja.

Arif juga memaparkan penguasaan teknologi strategis lain yang tengah dikembangkan BRIN, mulai dari pengolahan mineral kritis, sistem rumah modular, teknologi pelindung pantai untuk Giant Sea Wall, desalinasi air, hingga teknologi nuklir sebagai fondasi menuju kemandirian energi nasional.

"BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi," kata Arif.

Menutup paparannya, Arif menegaskan seluruh inovasi yang ditampilkan bukan sekadar hasil penelitian di laboratorium, melainkan bukti kemampuan Indonesia membangun teknologi sendiri untuk menjawab kebutuhan bangsa. 

Dia optimistis dukungan Presiden Prabowo akan memperkuat sinergi antara dunia riset, pemerintah, industri, dan masyarakat. 

"Dengan arahan dan dukungan Bapak Presiden, riset dan inovasi Indonesia akan semakin mampu mendukung pelaksanaan asta cita, mempercepat pencapaian prioritas nasional sebagai fondasi Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya