Berita

Lambang Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Politik

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 18:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wacana pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) berisiko merugikan Presiden Prabowo Subianto jika dilakukan pada momen yang kurang tepat.

Menurut pengamat politik dan intelijen Boni Hargens, di tengah dinamika politik yang sensitif, khususnya usai polemik penanganan kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat kejaksaan, isu pergantian pucuk pimpinan Polri rawan diplintir oleh kelompok tertentu untuk membangun narasi negatif di ruang publik.

"Setiap kebijakan eksekutif yang sensitif akan diuji, bukan hanya dari sisi legalitasnya, melainkan juga dari narasi yang berkembang. Opini yang kurang tepat sekalipun bisa menjadi efektif bila digulirkan pada momen tertentu," ujar Boni dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Agustus 2026.


Boni menggarisbawahi keputusan yang secara konstitusional sah dapat dimanfaatkan oleh kelompok oposisi untuk membentuk persepsi yang merugikan pimpinan nasional.

"Kelompok tertentu dapat membangun narasi seolah pergantian Kapolri berkaitan dengan keberanian penegakan hukum terhadap oknum instansi lain. Narasi seperti ini berpotensi mengaburkan substansi keputusan administratif dan memperkeruh persepsi publik," tegasnya.

Ia mengidentifikasi dua pihak yang paling rentan terdampak dari polemik ini, yakni kredibilitas pemerintah di mata publik serta persepsi terhadap independensi institusi penegak hukum.

Sebab itu, Boni menyarankan agar wacana pergantian Kapolri dinetralisir terlebih dahulu dengan mempertimbangkan momentum politik (timing) serta prinsip butterfly effect, di mana satu langkah kecil pada saat yang kurang tepat bisa berdampak luas pada stabilitas persepsi publik.

"Ini bukan soal menolak hak prerogatif presiden. Hak tersebut sepenuhnya konstitusional. Namun, pelaksanaan kebijakan perlu memperhatikan konteks agar tidak dibaca melalui lensa kecurigaan oleh masyarakat," jelas Boni.

Boni menyimpulkan, menjaga kepercayaan publik dan stabilitas komunikasi politik merupakan langkah strategis yang sangat krusial bagi keberlangsungan agenda pemerintahan.

"Keputusan yang tepat di waktu yang kurang pas bisa menimbulkan dinamika yang tidak perlu. Pengelolaan narasi dan momentum adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas," pungkasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya