Berita

Kepala BRIN Arif Satria (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

BRIN Klaim ANG Berpotensi Hemat Subsidi LPG Rp26 Triliun per Tahun

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 17:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengklaim teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) berpotensi menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus mengurangi beban subsidi energi negara. 

Inovasi tersebut dipamerkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam ajang pameran hasil riset BRIN di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa teknologi ANG memungkinkan gas alam domestik disimpan pada tekanan sekitar 30 bar, jauh lebih rendah dibandingkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) konvensional.


ANG disebut memanfaatkan material Metal-Organic Framework (MOF) yang dikembangkan oleh peraih Nobel Kimia 2025, Prof. Susumu Kitagawa. 

Untuk mempercepat pengembangannya, BRIN telah membangun sister laboratory bersama ilmuwan asal Jepang tersebut. 

Berdasarkan kajian awal, pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran negara hingga Rp26 triliun per tahun.

"BRIN telah membangun sister laboratory bersama beliau di Jepang. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini berpotensi menghemat beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun," ungkap Arif. 

Mengacu pada informasi yang dipublikasikan BRIN, ANG menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain peningkatan aspek keselamatan, efisiensi penyimpanan, serta potensi penurunan biaya sistem, meski masih memerlukan pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas pada skala komersial.

Selain memamerkan teknologi ANG, BRIN juga membawa sekitar 150 hingga 200 produk inovasi dari 12 klaster riset. 

Berbagai hasil riset tersebut mencakup bidang pangan, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga inovasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan kampung nelayan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya