Berita

Kepala BRIN Arif Satria (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

BRIN Bawa Inovasi ANG ke Istana, Diklaim Bisa Kurangi Impor LPG

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 15:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa sederet hasil riset strategis saat memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. 

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Absorbed Natural Gas (ANG), teknologi yang diklaim berpotensi menjadi alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) sekaligus membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gas.

"Tadi energi tadi kan kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa. Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," ujar Kepala BRIN Arif Satria saat tiba di Istana.


Selain sektor energi, BRIN juga akan memperkenalkan inovasi di bidang pangan, termasuk varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi, serta berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas nasional. 

Menurut Arif, percepatan produksi benih hasil riset BRIN terus dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

"Nah itu padi biosalin. Kami juga sudah punya dan sekarang itu yang paling penting adalah bagaimana proses percepatan produksi dari benih-benih yang dihasilkan oleh BRIN supaya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga kami dengan Kementan selalu berkoordinasi, selalu berkolaborasi," papar Arif.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya