Berita

Kepala BRIN Arif Satria (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

150 Peneliti BRIN Pamerkan Produk Inovasi Unggulan ke Prabowo di Istana

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 13:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat undangan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk berdialog di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis siang, 6 Agustus 2026.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, undangan tersebut merupakan kehormatan bagi para periset karena Presiden ingin melihat secara langsung perkembangan inovasi yang telah dihasilkan BRIN. 

"Ya kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke istana untuk berdialog dengan bapak presiden. Ya, sekaligus mendapat arahan dari Bapak Presiden karena memang beberapa kali kami melakukan presentasi temuan-temuan BRIN yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa," ujarnya kepada awak media saat tiba di Istana.


Dalam kesempatan itu, BRIN akan memamerkan 150 hingga 200 produk inovasi yang telah dikurasi dan dikelompokkan ke dalam 12 klaster riset.

Produk-produk tersebut mencakup bidang pangan, energi, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga teknologi pendukung kampung nelayan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Presiden juga dijadwalkan berkeliling melihat langsung pameran inovasi dan berdialog dengan para peneliti di setiap klaster.

Salah satu inovasi yang menjadi andalan BRIN adalah teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung transisi energi nasional. 

"Karena memang ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk untuk apa namanya ANG atau Absorbed Natural Gas ya yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia," jelas Arif.

Selain sektor energi, BRIN juga akan memperkenalkan inovasi di bidang pangan, termasuk varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi, serta berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas nasional. 

Menurut Arif, percepatan produksi benih hasil riset BRIN terus dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Arif menegaskan, seluruh peneliti menyambut antusias kesempatan bertemu langsung dengan Presiden. 

Dia juga menekankan bahwa komitmen pemerintah terhadap penguatan riset menjadi penyemangat bagi para peneliti untuk terus melahirkan inovasi. 

"Yang jelas kami sangat mengingat pesan dari Bapak Presiden bahwa penguasaan teknologi itu adalah martabat bangsa. Ini yang beliau sering kali sampaikan dan itu kami semakin bersemangat untuk bisa melakukan riset, untuk menghasilkan inovasi karena memang Bapak Presiden punya komitmen besar bahwa riset dan inovasi itu akan menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya