Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Politik

Rupiah Menguat, DPR Ingatkan Penguatan Ekonomi Lebih Penting

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tidak boleh membuat pemerintah lengah.

Anggota Komisi XI DPR RI Amin AK mengatakan perhatian utama seharusnya tidak hanya tertuju pada pergerakan nilai tukar, melainkan bagaimana momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi perekonomian.

"Fokus kita bukan meratapi rupiah yang melemah, melainkan mengejar ekonomi yang kuat. Ketika Rupiah tertekan oleh dinamika global, kita harus mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang ekonomi," ujar Amin dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026. 


Pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, Rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,11 persen ke level Rp17.913 per Dolar AS, melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. 

Menurutnya, pelemahan Rupiah justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penerimaan devisa, terutama melalui sektor pariwisata, ekspor, dan percepatan hilirisasi industri.

Ia menjelaskan, ketika Rupiah melemah, biaya berwisata di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan dan pemasukan devisa.

"Pariwisata adalah ekspor yang datang ke Indonesia. Wisatawan membawa devisa tanpa kita harus mengirim barang ke luar negeri. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif," katanya.

Selain pariwisata, Amin mendorong percepatan hilirisasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.

"Hilirisasi harus terus dipercepat agar Indonesia tidak lagi hanya menjual bahan mentah. Semakin tinggi nilai tambah produk yang kita ekspor, semakin besar devisa yang masuk dan semakin kuat fondasi ekonomi nasional," tegasnya.

Meski demikian, sejumlah ekonom masih memperkirakan Rupiah berpotensi kembali tertekan dalam jangka pendek seiring pelaku pasar menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) yang menjadi acuan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Amin pun mengingatkan stabilitas nilai tukar tetap harus dijaga karena pelemahan yang terlalu dalam berpotensi memicu inflasi, meningkatkan biaya produksi, dan menekan daya beli masyarakat.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya