Berita

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Pemerintah Siapkan Lompatan Baru Menuju Pasar Global
KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Industri alas kaki Indonesia merupakan salah satu sektor manufaktur yang memiliki prospek cerah dan akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut Menperin, dengan pasar domestik yang sangat besar serta peluang ekspor yang terus terbuka, pemerintah optimistis industri ini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.


"Industri tekstil, kulit, dan alas kaki bukan lagi dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan industri masa depan yang mampu membawa produk Indonesia bersaing di pasar dunia. Setiap sepatu yang kita jahit membawa nama Indonesia di ruang-ruang ritel di seluruh dunia," kata Agus, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, mencatat potensi pasar sepatu nasional mencapai sekitar Rp290 triliun per tahun, berdasarkan perhitungan dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Besarnya jumlah penduduk Indonesia yang mendekati 290 juta jiwa menjadi modal kuat bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

Agus menegaskan pemerintah berkepentingan menjaga daya beli masyarakat agar kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi sebanyak mungkin oleh produk buatan Indonesia.

Selain memiliki pasar yang besar, industri tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja. Saat ini, sektor tersebut mempekerjakan lebih dari 3,8 juta orang, sehingga peningkatan daya saing industri sekaligus berarti menjaga jutaan lapangan pekerjaan.

Kinerja industri juga menunjukkan tren positif. Sepanjang semester pertama 2026, nilai ekspor sektor tekstil, kulit, dan alas kaki mencapai sekitar 4,85 miliar dolar AS, sementara subsektor kulit dan alas kaki tumbuh 5,28 persen. Investasi di sektor ini juga melonjak dari sekitar Rp13,5 triliun pada 2024 menjadi Rp24 triliun pada 2025, dengan surplus perdagangan industri alas kaki mencapai 2,89 miliar dolar AS

Meski demikian, Agus menilai capaian tersebut masih harus terus ditingkatkan. Ia menyebut wajah industri alas kaki Indonesia saat ini mencerminkan tiga karakter utama, yakni tangguh, tumbuh, dan terpercaya.

Untuk mempercepat pertumbuhan, pemerintah mendorong pelaku industri melakukan modernisasi mesin, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi, serta menerapkan prinsip industri hijau.

Selain itu, pemerintah meminta pelaku usaha memanfaatkan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai peluang memperluas ekspor. Pelaku industri diharapkan telah siap dari sisi kapasitas produksi, sertifikasi, hingga kualitas produk agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat iklim investasi melalui pemberian insentif, pengamanan perdagangan, transformasi industri 4.0, penerapan standar industri hijau, serta kolaborasi lintas sektor.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya