Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Amin AK (Foto: Dok. RMOL)

Politik

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 dinilai masih dalam batas wajar meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Amin AK menyebut perlambatan tersebut antara lain dipengaruhi faktor musiman.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II 2026, turun dari 5,61 persen pada kuartal I. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen.


Amin menilai struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terlalu bertumpu pada konsumsi rumah tangga. Sementara itu, investasi produktif, ekspor bernilai tambah, dan industri manufaktur dinilai belum memberikan kontribusi secara optimal.

Menurut dia, ketergantungan pada konsumsi membuat pertumbuhan ekonomi lebih mudah terpengaruh momentum tertentu, seperti Ramadan, Idulfitri, pencairan tunjangan hari raya (THR), hingga periode akhir tahun.

“Karena itu, ketika efek musiman berakhir, laju pertumbuhan cenderung ikut melambat seperti yang terjadi pada kuartal II,” kata Amin kepada RMOL, Kamis, 6 Agustus 2026.

Karena itu, Amin mendorong pemerintah memperkuat sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan melalui percepatan investasi, hilirisasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, penguatan daya saing industri manufaktur, serta peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya lebih tinggi, tetapi juga lebih berkualitas dan tidak bergantung pada konsumsi semata,” ujarnya.

Meski demikian, Amin menilai pemerintah telah berada di jalur yang tepat melalui berbagai program strategis. Menurutnya, tantangan selanjutnya adalah memastikan implementasi kebijakan berjalan cepat dan tepat sasaran, sekaligus mampu mendorong sektor swasta meningkatkan ekspansi.

“Dengan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural yang konsisten, saya optimistis momentum pertumbuhan ekonomi dapat kembali menguat pada semester kedua tahun ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen.

Namun, pertumbuhan kuartal II 2026 melambat dari kuartal I yang mencapai 5,61 persen. Angka pada kuartal I tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi setelah pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II-2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen,” ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers Rilis Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kantor BPS, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya