Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Tertahan di Level Terendah 6 Pekan Usai Intervensi Pasar dan Redanya Konflik

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) melemah 0,16 persen ke level 99,70 pada akhir perdagangan Rabu 5 Agustus 2026, masih tertahan di dekat posisi terendah dalam enam pekan terakhir. 

Penurunan Dolar AS dipicu oleh berkurangnya permintaan aset safe-haven seiring meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, ditandai oleh harga minyak yang stabil di kisaran 80 Dolar AS per barel serta pernyataan optimis Presiden AS Donald Trump terkait pembicaraan dengan Iran.

Kondisi geopolitik dan penurunan harga minyak ini mendorong pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi di bawah 60 persen (turun dari mendekati 70 persen pada awal pekan). Meski demikian, Dolar AS mendapat sedikit penahan dari pernyataan Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid yang menegaskan bahwa kebijakan moneter ketat masih dibutuhkan karena inflasi AS masih tinggi.


Di pasar valuta asing, Dolar AS berada dalam tekanan setelah aksi intervensi bersama antara AS dan Jepang, membeli Yen untuk pertama kalinya sejak 1998. Langkah historis ini sempat menekan Dolar AS ke level terendah tiga bulan terhadap Yen, sebelum akhirnya Yen bergerak stabil di kisaran 157,72 per Dolar AS. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan komitmen penuh untuk menstabilkan Yen dan meyakini Bank of Japan (BOJ) akan mengambil langkah tepat, yang memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga BOJ pada pertengahan September.

Para analis menilai intervensi tersebut hanya memperlambat laju pelemahan Yen. Tren jangka panjang Dolar AS terhadap Yen diperkirakan masih akan menguji komitmen otoritas moneter, sembari menunggu kejelasan data ketenagakerjaan AS pada Jumat pekan ini.

Sementara itu, pelemahan Dolar AS dimanfaatkan oleh mata uang utama lainnya. Euro menguat 0,17 persen menjadi 1,1552 Dolar AS, dan poundsterling naik 0,09 persen ke level 1,3465 Dolar AS.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya