Berita

Ilustrasi

Bisnis

Ekuitas Eropa Bergerak Variatif, CAC 40 Cetak Rekor Baru

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa bergerak variatif pada penutupan perdagangan Rabu 5 Agustus 2026 waktu setempat, setelah sejumlah indeks sebelumnya mencatat rekor tertinggi. 

Sentimen investor masih ditopang optimisme terhadap potensi kesepakatan Amerika Serikat dan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, sementara laporan kinerja perusahaan menjadi penggerak utama saham.

Euro STOXX 50 turun tipis ke 6.448, sedangkan STOXX Europe 50 naik 0,1 persen menjadi 657. 


Di Jerman, DAX 40 melemah 0,3 persen ke 26.139 setelah investor mengambil keuntungan dari reli sebelumnya. Infineon Technologies menjadi pemberat utama dengan penurunan 5,7 persen karena prospek margin dinilai mengecewakan. Sebaliknya, Fresenius dan Beiersdorf masing-masing melonjak 4,9 persen setelah memberikan sinyal positif terkait kinerja dan strategi bisnis.

Di Inggris, FTSE 100 naik 0,3 persen, melanjutkan penguatan hari sebelumnya. Next melonjak lebih dari 5 persen setelah kembali menaikkan proyeksi laba tahunan, sementara Glencore menguat 3,8 persen berkat kinerja laba yang solid dan rencana pencatatan sekunder di Australia. Namun, HSBC turun lebih dari 4 persen setelah merilis laporan keuangan terbaru.

Pergerakan positif juga terlihat di Prancis. CAC 40 naik tipis ke rekor 8.669, didukung saham keuangan dan industri. Societe Generale naik 1 persen, sedangkan Air Liquide menguat 0,9 persen. Namun, saham barang mewah seperti LVMH dan Hermès masing-masing turun 1,1 persen dan 0,6 persen.

Sementara itu, FTSE MIB Italia turun 0,2 persen menjadi 53.447. Stellantis melemah 1,8 persen setelah pendapatan di bawah ekspektasi, sedangkan STMicroelectronics turun 1,6 persen. Di sisi lain, Brunello Cucinelli naik 1,8 persen dan BMPS menguat 1,6 persen.

Secara keseluruhan, pasar Eropa masih bergerak dalam tren positif, tetapi aksi ambil untung dan respons investor terhadap laporan keuangan membuat penguatan indeks cenderung terbatas.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya