Berita

Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Agung An-Nuur, Kecamatan Pare, Kediri, Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

Gerakan Pangan Murah Bikin UMKM Sumringah di Kediri

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 05:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Agung An-Nuur, Kecamatan Pare, Kediri, Rabu, 5 Agustus 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Bahkan, sejak pagi sebelum acara resmi dibuka, ratusan warga telah memadati lokasi dan mengantre di sejumlah stan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, pemerintah daerah menyediakan berbagai komoditas strategis, mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih hingga beragam produk unggulan pelaku UMKM lokal.


Melihat tingginya animo masyarakat, Pemkab Kediri menambah stok beras SPHP dari yang biasanya dua ton menjadi empat ton khusus untuk pelaksanaan di Kecamatan Pare.

Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setyo Kurniawan, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan instrumen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan inflasi daerah melalui penyediaan pangan dengan harga terjangkau.

"Pada kegiatan hari ini kami menyediakan beras SPHP dengan harga Rp57.000 per kemasan lima kilogram atau sekitar Rp11.400 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga beras di pasaran," ujar Budi.

Ia menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual berasal dari jalur distribusi langsung sehingga biaya distribusi dapat ditekan. Minyak goreng dipasok langsung dari distributor, gula pasir melalui kerja sama dengan Koperasi Konsumen Tebu (KTSGN), sedangkan bawang merah dan bawang putih berasal dari pelaku UMKM yang bermitra dengan petani.

Sementara itu, telur ayam dipasarkan langsung dari peternak melalui Badan Usaha Gerakan (BG) Canda Bhirawa sehingga masyarakat memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Menurut Budi, sejumlah komoditas pangan di pasar masih bertahan pada level tinggi. Beras premium, misalnya, masih berada di kisaran Rp19.500 per kilogram, sedangkan gula pasir dijual di atas Rp16.000 per kilogram. Melalui GPM, masyarakat dapat membeli gula pasir seharga Rp15.000 per kilogram dan beras SPHP dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.

"Antusiasme masyarakat terus meningkat. Selama Juli hingga Agustus 2026, Gerakan Pangan Murah sudah dilaksanakan di 18 titik. Jika dihitung sejak Januari hingga awal Agustus, kegiatan ini telah berlangsung sebanyak 39 kali sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Khusus di Pare, kami menambah stok beras menjadi empat ton agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program ini," jelasnya.

Tak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah, Gerakan Pangan Murah juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kediri.

Berbagai produk lokal turut dipasarkan, mulai dari makanan olahan, frozen food, bakso, siomay, aneka keripik, cemilan, produk kerajinan tangan, pakaian hingga alas kaki. Kehadiran produk UMKM tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap gejolak harga pangan dapat terus dikendalikan, inflasi daerah tetap terjaga, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya