Berita

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rudi Hartono Bangun. (Foto: Dok. Pribadi)

Bisnis

Komisi VI DPR: Pertumbuhan 5,29 Persen Bukti Fondasi Domestik Masih Tangguh

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberhasilan ekonomi Indonesia mempertahankan laju pertumbuhan di atas level 5 persen pada kuartal II-2026 menjadi sinyal positif di tengah dinamika geopolitik global yang penuh gejolak.

Sebagaimana rilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yakni kuartal II/2025 yang tumbuh 5,12 persen (yoy).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rudi Hartono Bangun, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa dan efektivitas eksekusi kebijakan ekonomi pemerintah. Kondisi ini membuktikan kokohnya ketahanan (resilience) dan fundamental ekonomi nasional.


"Di tengah ketidakpastian global dan gejolak rantai pasok dunia, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen dan melampaui proyeksi para analis. Ini adalah bukti nyata bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berada pada trek yang benar (on the right track). Fondasi ekonomi domestik kita terbukti sangat tangguh," tegas Rudi Hartono kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Rabu, 5 Agustus 2026.

Rudi mengamini, motor penggerak utama dari moncernya kinerja kuartal II-2026 adalah solidnya konsumsi internal dan dorongan stimulus fiskal domestik. Pencairan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri, serta geliat konsumsi masyarakat yang tecermin dari kenaikan penjualan ritel hingga kendaran bermotor, sukses menjadi benteng peredam (buffer) terhadap guncangan eksternal.

"Sinergi antara kebijakan fiskal yang terukur dan optimisme pasar domestik berhasil meredam dampak tekanan eksternal. Sektor konsumsi dan investasi dalam negeri menjadi penopang utama perekonomian nasional di saat pasar global mengalami kontraksi," imbuhnya.

Kendati begitu, legislator asal Sumatera Utara ini memberikan catatan kritis terkait penurunan laju jika dibandingkan dengan kuartal I-2026 yang sempat mencatatkan pertumbuhan 5,61 persen yoy.

Menurut Rudi, melambatnya laju pertumbuhan dari 5,61 persen ke 5,29 persen harus dibaca sebagai pengingat (alarm call) yang konstruktif bagi jajaran kementerian teknis dan lembaga ekonomi pemerintah.

"Data ini memberikan sinyal ganda. Di satu sisi kita bersyukur fundamental kita kuat, namun di sisi lain tren penurunan dari 5,61 persen ke 5,29 persen adalah warning bagi pemerintah. Kita tidak boleh berpuas diri atau terjebak dalam rasa aman," ungkap Rudi.

Ia mendesak agar kementerian dan lembaga terkait, khususnya yang menjadi mitra Komisi VI seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, serta Kementerian Investasi/BKPM, segera mengambil langkah akselerasi pada kuartal III dan IV-2026 untuk mengompensasi perlambatan tersebut.

Menurutnya, perlambatan ini harus direspons dengan langkah konkret, yakni percepatan penyerapan anggaran modal, perluasan kemudahan investasi, serta penguatan daya beli masyarakat bawah.

"Pemerintah harus menggenjot kinerja sektor-sektor manufaktur dan hilirisasi agar mesin pertumbuhan ekonomi nasional dapat kembali melaju kencang menjelang akhir tahun," pungkas Rudi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya