Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (Foto: RMOL)
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (Foto: RMOL)
KETERLAMBATAN Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam menerbitkan keputusan pemberhentian sementara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menuai sorotan tajam.
Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang membutuhkan waktu hingga tujuh hari dinilai memperlihatkan adanya perbedaan standar perlakuan administratif jika dibandingkan dengan kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari pada 2020 lalu.
Febrie ditahan oleh Tim 9 Kejagung sejak 24 Juli 2026, tetapi SK pemberhentian sementaranya baru berlaku pada 31 Juli 2026 dan diumumkan ke publik pada 4 Agustus 2026.
Populer
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
UPDATE
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26