Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

AS Dituding Hambat Iran dan Oman Capai Kesepakatan atas Selat Hormuz

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 15:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya Iran dan Oman untuk merampungkan kesepakatan baru mengenai pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali tersendat. 

Teheran secara terbuka menuding campur tangan Amerika Serikat (AS), termasuk ancaman Presiden Donald Trump, sebagai faktor utama yang menghambat tercapainya kesepahaman atas salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan dan distribusi energi dunia.

"Selama masih ada campur tangan AS dan ancaman serangan militer terhadap Iran, kesepakatan itu akan tertunda. Iran tidak akan mencapai kesepakatan apa pun di bawah bayang-bayang ancaman," ungkap sumber yang mengetahui jalannya penyelidikan, dikutip dari Anadolu News, Rabu, 5 Agustus 2026.


Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepada Press TV bahwa Teheran dan Muscat telah memasuki "fase baru" negosiasi untuk membentuk koridor pelayaran yang menjamin keamanan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. 

Menurut pejabat itu, peluang mencapai kesepakatan sebenarnya sudah semakin dekat apabila Washington menghentikan intervensinya dalam proses diplomatik tersebut.

Pejabat yang sama juga menuding Trump berupaya memengaruhi arah pembicaraan agar dapat mengklaim keberhasilan jika kesepakatan akhirnya tercapai. 

Koridor pelayaran yang tengah dirundingkan disebut dirancang untuk menjaga hak kedaulatan Iran sebagai negara pesisir sekaligus memastikan arus pelayaran komersial tetap aman di jalur yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan barang internasional.

Di tengah saling tuding itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan pembicaraan dengan Oman masih berlangsung di tingkat teknis maupun politik. 

Menurutnya, negosiasi difokuskan pada penentuan jalur masuk dan keluar kapal yang aman dengan tetap melindungi hak kedaulatan serta kepentingan keamanan nasional kedua negara. Hasil akhir perundingan, kata Baqaei, akan diumumkan setelah seluruh proses selesai.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington dan Teheran telah mencatat kemajuan dalam pembahasan mengenai navigasi di jalur pelayaran internasional, meski belum mencapai kesepakatan final. 

Perundingan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan AS pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari. 

Namun implementasinya masih tertahan akibat perselisihan mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz serta berlanjutnya ketegangan militer di kawasan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya