Berita

Pakar hukum tata negara dan kepemiluan, Titi Anggraini di Podcast Hendri Satrio Official. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

Titi Anggraini:

Jokowi Tak Bisa Jadi Cawapres 2029

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 13:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi dinilai tidak dapat maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029. Pembatasan tersebut merupakan konsekuensi dari sistem ketatanegaraan Indonesia yang menempatkan jabatan presiden dan wakil presiden sebagai satu kesatuan.

Pakar hukum tata negara dan kepemiluan, Titi Anggraini, menegaskan tidak ada ruang konstitusional bagi seorang mantan presiden dua periode untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

"Enggak bisa. Titik. Enggak bisa," tegas Titi saat menjadi narasumber di Podcast Hendri Satrio Official, Rabu, 5 Agustus 2026.


Menurutnya, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu paket sehingga secara konstitusional dipandang sebagai satu jabatan. Wakil presiden memiliki fungsi menggantikan presiden apabila kepala negara berhalangan tetap atau tidak dapat menjalankan tugasnya.

"Sebenarnya presiden dan wakil presiden itu satu kursi. Wakil presiden ada untuk menggantikan ketika presiden tidak bisa menjalankan tugasnya. Kebayang enggak kalau Pak Jokowi jadi wakil, lalu presidennya kenapa-kenapa? Itu melanggar pembatasan kekuasaan," ujarnya.

Titi menilai pembatasan masa jabatan presiden tidak boleh diakali dengan mencari celah melalui pencalonan sebagai wakil presiden.

"Kalau sudah pernah jadi presiden, enggak usah coba lagi jadi wakil presiden," katanya.

Ia menjelaskan sistem Indonesia berbeda dengan beberapa negara lain, seperti Filipina, yang memilih presiden dan wakil presiden secara terpisah. Di Indonesia, keduanya dipilih dalam satu pasangan sehingga pembatasan masa jabatan berlaku terhadap satu paket jabatan tersebut.

Saat ditanya mengenai kemungkinan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar mantan presiden dua periode dapat maju sebagai wakil presiden, Titi menilai jalan tersebut tidak tersedia. Menurutnya, satu-satunya cara mengubah ketentuan tersebut adalah melalui amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Celah satu-satunya adalah amandemen konstitusi," tegasnya.

Ia mencontohkan, pembatasan serupa juga berlaku bagi kepala daerah. Gubernur, bupati, atau wali kota yang telah menjabat dua periode tidak diperbolehkan kembali mencalonkan diri sebagai wakil kepala daerah. Titi mengingatkan bahwa perubahan terhadap aturan pembatasan masa jabatan berpotensi menjadi kemunduran demokrasi.

"Kalau sampai itu terjadi, saya enggak kebayang. Sekarang saja Indonesia menurut V-Dem Institute sudah bukan lagi dikategorikan sebagai negara demokrasi, tetapi electoral autocracy sejak 2024, artinya pemilu tetap ada, tetapi dinilai tidak lagi bebas dan adil," pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya