Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Indonesia Desak Israel Berhenti Serang Gaza dan Hormati Gencatan Senjata

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia kembali menyuarakan kecaman keras terhadap serangan militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza. 

Dalam unggahan di X, Rabu, 5 Agustus 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai operasi militer yang menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil tidak hanya memperburuk krisis kemanusiaan, tetapi juga menjadi pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta menghambat implementasi Peace Plan untuk Gaza.

"Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Gaza, termasuk serangan terhadap rakyat sipil dan infrastruktur sipil, dimana serangan tersebut merupakan pelanggaran," tulis Kemlu RI.


Pemerintah Indonesia selanjutnya mendesak Israel, sebagai pihak yang terikat dalam kesepakatan gencatan senjata, agar segera menghentikan seluruh operasi militernya secara permanen serta memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati sesuai dengan ketentuan hukum internasional. 

Di saat yang sama, Indonesia menyambut baik laporan bahwa Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah menerima Roadmap implementasi fase kedua Peace Plan untuk Gaza yang sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025), sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik.

Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak agar memberikan perlindungan penuh kepada warga sipil, tenaga medis, serta pekerja kemanusiaan. 

Selain itu, akses penyaluran bantuan kemanusiaan diminta dapat berlangsung secara aman, cepat, dan tanpa hambatan bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik.

Menutup pernyataannya, Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk terus mendukung proses politik yang kredibel demi terwujudnya kemerdekaan Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara sebagai fondasi bagi terciptanya perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan menyeluruh di kawasan Timur Tengah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya