Berita

Plt. Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana. (Foto: Dok. BPK RI)

Politik

BPK Minta Kementerian Terapkan ESG dan Government 5.0

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menegaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan negara bukan sekadar urusan meraih predikat opini semata, melainkan instrumen penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tegas ini disampaikan Plt. Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2025 di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Acara tersebut dihadiri langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, serta Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding.


Nyoman menekankan pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta transformasi menuju Government 5.0 dalam tata kelola keuangan negara.

Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan kolaborasi lintas sektor yang berpusat pada masyarakat serta lingkungan menjadi kunci efisiensi pemerintahan saat ini.

"Peningkatan kualitas hidup serta keterjaminan masa depan generasi mendatang harus jadi prioritas, tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola yang akuntabel," ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Meski demikian, BPK mencatat sedikitnya ada enam tantangan mendasar yang harus dihadapi pemerintah dalam mengadopsi Government 5.0, yakni kematangan transformasi digital yang belum merata, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta kecerdasan buatan (AI), integritas tata kelola yang masih rendah, kapasitas SDM yang perlu ditingkatkan, dan isu keamanan siber serta lemahnya kolaborasi.

Di sisi lain, Nyoman mengapresiasi Kementerian PKP, Kemenhut, KKP, dan Barantin?"yang sukses meraup predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2025. Namun, ia mengingatkan agar instansi pemerintah tidak cepat berpuas diri.

"Opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk terus memperbaiki kelemahan sehingga tata kelola pemerintahan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

BPK, kata Nyoman, masih menemukan sejumlah masalah klasik pada empat entitas terkait yang terbagi dalam tiga isu strategis. Pertama sistem pengendalian: Masih lemah, mulai dari pengendalian kas, pendapatan, belanja, hibah, perjalanan dinas, hingga proses pembayaran.

Kedua, aset negara: penatausahaan aset yang belum akurat, status hukum tidak jelas, aset terbengkalai, hingga aset tidak terpakai namun masih tercatat secara administrasi. Ketiga, kepatuhan lawan hukum: ketidakpatuhan aturan pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan kontrak, pengelolaan hibah, hingga penerimaan negara.

Atas temuan tersebut, BPK menginstruksikan para menteri dan kepala lembaga untuk segera menindaklanjuti rekomendasi strategis BPK guna perbaikan sistemik dan penguatan pengendalian internal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya