Berita

Ilustrasi (Artififical Inteligence)

Bisnis

STOXX 600 Tembus 657, Ekuitas Eropa Menguat ke Rekor Baru

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Eropa mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Selasa 4 Agustus 2026 waktu setempat, didukung laporan keuangan perusahaan yang solid, reli saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta meredanya ketegangan geopolitik. 

Penurunan tajam harga minyak setelah muncul optimisme terkait negosiasi AS-Iran turut memperkuat sentimen karena mengurangi kekhawatiran inflasi dan potensi pengetatan kebijakan moneter.

Indeks STOXX 50 naik 1 persen menjadi 6.488, sedangkan STOXX 600 menguat 0,8 persen ke level rekor 657. Di pasar utama, DAX Jerman naik 0,8 persen ke 26.223, CAC 40 Prancis bertambah 0,6 persen ke rekor 8.667, dan FTSE MIB Italia melonjak 1,3 persen ke rekor 53.541. Sementara itu, FTSE 100 Inggris naik lebih terbatas, sebesar 0,3 persen.


Saham teknologi menjadi salah satu penggerak utama reli setelah prospek industri AI kembali membaik. BE Semiconductor melonjak 7,6 persen, sementara ASML dan Infineon masing-masing naik 3,4 persen dan 3,2 persen. 

Di Prancis, STMicroelectronics dan Schneider Electric juga menguat masing-masing 3,6 persen dan 3,1 persen. Saham industri dan pertahanan turut menopang bursa, terutama di Italia, dengan Avio naik 4,7 persen dan Leonardo 3,3 persen.

Kinerja perusahaan juga memberikan dorongan. Merck dan Bayer menguat setelah membukukan hasil kuartalan di atas ekspektasi. Namun, sejumlah saham bergerak berlawanan arah setelah prospek bisnis mengecewakan. Zalando anjlok sekitar 12 persen setelah memangkas panduan tahunannya, sedangkan Lufthansa turun 9 persen. 

Di Inggris, BP merosot 4,6 persen dan Shell sekitar 2,4 persen karena penurunan harga minyak membebani saham energi meski kinerja BP lebih baik dari perkiraan.

Pergerakan harga minyak menjadi faktor penting bagi pasar. Harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak turun tajam, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga. Kondisi ini memberikan ruang bagi saham teknologi, industri, keuangan, dan pertambangan untuk menguat, sekaligus menekan saham energi di sejumlah bursa Eropa.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya