Berita

Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim dalam Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila sekaligus peluncuran buku berjudul "Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan", di Auditorium Kantor RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Laksma TNI Salim:

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 02:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gagasan begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo memiliki peran penting dalam membangun perekonomian nasional yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal, Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla dalam Deklarasi Hari Kebangkitan Ekonomi Pancasila sekaligus peluncuran buku berjudul "Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan", di Auditorium Kantor RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam sesi tanggapan, Laksma TNI Salim menyampaikan apresiasi terhadap terbitnya buku yang mengangkat kembali pemikiran ekonom nasional Soemitro Djojohadikusumo. 


Menurut dia, karya tersebut menjadi kontribusi penting dalam memperkaya khazanah pemikiran ekonomi Indonesia sekaligus menghidupkan kembali semangat kemandirian bangsa.

“Salah satu kekuatan utama buku tersebut adalah pandangan bahwa penjajahan tidak lagi selalu hadir dalam bentuk kolonialisme fisik, tetapi juga melalui dominasi ekonomi, penguasaan sumber daya alam, ketergantungan teknologi, serta pengaruh pasar global yang dapat mengurangi kedaulatan ekonomi nasional,” ucap Salim.

Jebolan AAL 1995 ini mengurai bahwa gagasan anti-penjajahan ekonomi harus diterjemahkan secara lebih operasional dalam berbagai kebijakan strategis, seperti penguatan industri nasional, pembangunan teknologi, reformasi kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga strategi menghadapi ekonomi digital di tengah dinamika global.

“Hubungan antara ekonomi nasional dan ekonomi global juga perlu dijelaskan secara komprehensif agar masyarakat memahami bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan tanpa mengurangi daya saing Indonesia di tingkat internasional,” jelasnya.

Lanjut Salim, semangat anti penjajahan ekonomi bukanlah ajakan untuk menutup diri dari dunia internasional, melainkan upaya memperkuat kapasitas nasional, membangun institusi yang tangguh, serta menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan.

Penulis buku ‘Kodrat Maritim Nusantara’ ini mengapresiasi gagasan penyusunan Undang-Undang Perekonomian Nasional yang dinilai sebagai ikhtiar mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai amanat konstitusi. 

Selama ini, menurutnya, berbagai regulasi ekonomi masih tersebar di banyak sektor sehingga sering kehilangan arah besar pembangunan ekonomi nasional.

“Pancasila harus ditempatkan sebagai dasar filosofis penyelenggaraan ekonomi nasional. Nilai-nilai dalam setiap sila perlu diterjemahkan menjadi kebijakan konkret, mulai dari perlindungan terhadap pekerja, penguatan koperasi dan UMKM, pemerataan pembangunan, hingga terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Melalui peluncuran buku, simposium nasional, dan Deklarasi Kebangkitan Ekonomi Pancasila ini, para peserta berharap lahir rumusan kebijakan ekonomi yang semakin berorientasi pada kepentingan nasional, memperkuat kedaulatan bangsa, serta menjadi fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya