Berita

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

Kredit Perbankan Juni 2026 Naik 12,67 Persen Menembus Rp9.081 Triliun

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 22:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 meningkat. Penyaluran kredit mencapai Rp9.081 triliun atau tumbuh 12,67 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 sebesar 11,51 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, akselerasi kredit ditopang oleh hampir seluruh segmen pembiayaan, dengan kredit investasi menjadi kontributor terbesar.

"Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 meningkat dibandingkan posisi bulan Mei 2026 yang tumbuh 11,51 persen yoy. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 24,9 persen," kata Dian dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.


Selain kredit investasi, OJK juga mencatat kredit korporasi menjadi segmen debitur dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 16,54 persen secara tahunan.

Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,21 persen menjadi Rp10.282 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 9,95 persen, deposito 8,20 persen, dan tabungan 12,16 persen.

Berdasarkan kelompok bank, penyaluran kredit perbankan BUMN menjadi yang paling tinggi dengan pertumbuhan 16,54 persen secara tahunan.

Meski pertumbuhan kredit melampaui kenaikan DPK, OJK menilai kondisi likuiditas industri perbankan masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid terhadap dana non-core deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 101,92 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) berada di level 23,08 persen. 

Keduanya masih jauh di atas ambang batas minimum masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 182,75 persen.

Sementara itu, kualitas aset perbankan juga disebut terus membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen dari 2,17 persen pada Mei 2026. NPL net juga membaik menjadi 0,82 persen dari sebelumnya 0,84 persen. Begitu pula loan at risk (LAR) yang turun menjadi 8,47 persen dari 8,72 persen.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) perbankan meningkat menjadi 2,47 persen dari 2,45 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu, permodalan industri tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 23,70 persen.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya