Berita

Satelit Lampung-1 dijadwalkan meluncur dari Shandong, China pada Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: Dok. Pemprov Lampung)

Politik

Pemprov Lampung Luncurkan Satelit Lampung-1 Tanpa APBD

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 21:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Provinsi Lampung segera meluncurkan satelit Lampung-1 yang dijadwalkan berlangsung di Shandong, China, Rabu, 5 Agustus 2026.

Satelit ini digarap dengan menggandeng STAR.VISION Aerospace dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memanfaatkan teknologi satelit hiperspektral guna mendukung pembangunan berbasis data.

Satelit ini merupakan bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan STAR.VISION Aerospace bersama BRIN dan Uzcosmos Uzbekistan.


"Program ini tidak dibiayai APBD. Ini merupakan hasil kolaborasi dengan BRIN dan sinergi yang dibangun Pak Gubernur (Rahmat Mirzani Djausal) sehingga STAR.VISION memberikan kepercayaan menjadikan salah satu satelit dalam misi ini bernama Lampung-1," kata Sekda Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan dikutip dari Kantor Berita RMOLLampung, Selasa, 4 Agustus 2026.

Marindo menjelaskan, Lampung-1 bukan merupakan aset milik Pemprov Lampung, melainkan STAR.VISION Aerospace. Pemprov Lampung bersama BRIN hanya memanfaatkan data dan teknologi yang dihasilkan satelit tersebut.

Menurutnya, data citra satelit yang dipadukan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) akan dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, irigasi, perikanan, kelautan, pembangunan infrastruktur, hingga mitigasi bencana.

Ia mengatakan, data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh Pemprov Lampung, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota, petani, nelayan, dan masyarakat.

Marindo menilai penamaan salah satu satelit sebagai Lampung-1 merupakan bentuk kepercayaan sekaligus apresiasi STAR.VISION terhadap kemitraan yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Lampung.

"Yang membanggakan, Pak Gubernur mampu meyakinkan mitra sehingga satelit ini diberi nama Lampung-1. Ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus kepercayaan kepada Provinsi Lampung," ujarnya.

Kendati demikian, Marindo menegaskan pemanfaatan data satelit tetap berada di bawah pengawasan BRIN. Pemerintah daerah hanya dapat mengakses data berkaitan dengan pelayanan publik sesuai ketentuan yang berlaku.

"Ada batasan yang ditetapkan BRIN mengenai data yang dapat dimanfaatkan. Pemprov hanya memanfaatkan teknologi dan data yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, seperti pertanian, kelautan, perikanan, dan pembangunan," jelasnya.

Data hiperspektral Lampung-1 akan memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data sekaligus mendukung pelaksanaan RPJMD Provinsi Lampung, khususnya di sektor ketahanan pangan. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk memetakan potensi komoditas perkebunan seperti kopi dan lada, serta mengidentifikasi kawasan potensial penangkapan ikan.

Soal peluncuran satelit di China, Marindo mengaku belum dapat memastikan apakah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela akan hadir langsung.

"Yang pasti ini menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Kita melompat lebih maju dengan memanfaatkan teknologi satelit dan AI untuk mendukung pembangunan yang berbasis data," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya