Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Survei: Publik Puas 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 21:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dalam periode 21 bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tercatat 80,4 persen masyarakat mengaku puas.

Hal tersebut tercatat dalam survei terbaru Panel Survey Indonesia (PSI). Survei ini dilakukan untuk menggambarkan penilaian/persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Gibran dalam 21 bulan masa pemerintahan mereka atau jelang dua tahun, khususnya pada aspek program MBG, BPJS Kesehatan, Efisiensi Anggaran, Sekolah Rakyat, Bansos BLT, Stabilitas dan ketersediaan Sembako yang tengah dijalankan oleh pemerintahan Prabowo Gibran.

"Hasil survei menunjukkan bahwa 80,4 persen masyarakat menyatakan puas, sementara 16,7 persen menyatakan tidak puas dan ada 2,9 persen tidak memberikan jawaban," ujar Direktur Eksekutif PSI, Djusman H. Umar dalam keterangan tertulis, Selasa 4 Agustus 2026.


Kata Djusman, salah satu faktor yang paling memengaruhi tingkat kepuasan responden atau masyarakat adalah konsentrasi pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan dan pengamanan sosial bagi rakyat seluas mungkin pada program-program prioritas pemerintah. 

Terkait kebermanfaatan program MBG ini persepsi para responden adalah 73,2 persen responden ingin program ini terus dilanjutkan, 20,8 persen responden ingin program ini dihentikan, dan 6 persen responden memilih tidak memberikan jawabannya.

Untuk Program BPJS Kesehatan, sebanyak 87,4 persen responden ingin program ini terus dilanjutkan, 10,4 persen responden ingin program ini dihentikan/dibubarkan, dan 2,2 persen responden memilih tidak memberikan jawabannya.

Program Efisiensi Anggaran, sebanyak 76,1 persen responden menilai efisiensi anggaran sudah sesuai dengan tujuan, 21,9 persen responden berpendapat program efisiensi anggaran belum sesuai harapan tujuannya, dan 2 persen responden memilih tidak memberikan jawabannya.

Untuk Program Sekolah Rakyat, sebanyak 81,7 persen responden setuju dan puas atas keberadaan sekolah rakyat, 13,6 persen responden berpendapat tidak puas dan tidak setuju atas program sekolah rakyat, dan 4,7 persen responden memilih tidak memberikan jawabannya.

Terkait Program Bansos-BLT, 85,5 persen responden setuju dan puas minta program ini dilanjutkan, 8,2 persen responden berpendapat tidak puas dan tidak setuju program minta dihentikan (Pemborosan), dan 6,3 persen responden memilih tidak memberikan jawabannya.

Sebanyak 77,4 persen responden menilai puas atas langkah kebijakan Stabilitas Harga dan ketersediaan sembako. Sementara 18,7 persen responden berpendapat tidak puas dan ini merupakan program pemborosan. 3,9 persen lainnya memilih tidak memberikan jawabannya.

Djusman menilai, tingkat kepuasan yang tinggi dari responden, disebabkan oleh beberapa hal.

"Utamanya, meluas dan fahamnya pengetahuan masyarakat terhadap program-program sosial prioritas pemerintahan Prabowo Gibran selama hampir dua tahun ini," pungkasnya.

Survei dilakukan pada rentang waktu 20-27 Juli 2026 dengan melibatkan 1.270 responden di seluruh provinsi di Indonesia.

Metode survei multistage random sampling  dengan pengumpulan data wawancara tatap muka. Survei menetapkan toleransi kesalahan 2,75 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya