Berita

Pengamat intelijen Khairul Zaki. (Foto: Dok. narasumber)

Hukum

Penguntitan dan Penggeledahan Aset Eks Jampidsus Cerminkan Celah Kontra-Intelijen Kejagung

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 15:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penguntitan hingga penggeledahan aset milik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah dinilai menjadi alarm serius bagi sistem pengamanan internal Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pengamat intelijen Khairul Zaki menilai, peristiwa tersebut mencerminkan adanya celah pada sistem kontra-intelijen dan deteksi dini di lingkungan Korps Adhyaksa.

"Ketika pergerakan pihak luar di ring terdekat seorang pejabat strategis penegak hukum luput dari pantauan dini, itu mengindikasikan adanya degradasi pada fungsi kontra-intelijen dan situational awareness," kata Zaki saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.


Menurutnya, pejabat penegak hukum yang menangani perkara besar semestinya mendapat pengamanan berlapis, baik dari sisi fisik maupun keamanan informasi.

Ia menilai Kejagung yang tengah menangani sejumlah perkara korupsi besar, termasuk kasus tata niaga timah, seharusnya memiliki sistem peringatan dini (early warning system) yang lebih kuat.

Zaki mengatakan, kegagalan mendeteksi aktivitas pemantauan pihak luar di sekitar area operasional Jampidsus menunjukkan fungsi intelijen penegakan hukum belum bekerja secara optimal.

"Ini bukan sekadar kecolongan teknis di lapangan. Ada aspek kegagalan preventif dalam memetakan potensi ancaman terhadap keselamatan personel kunci (key person protection) yang sedang memegang mandat negara," ujarnya.

Selain aspek pengamanan, Zaki juga menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga penegak hukum. Menurutnya, penanganan perkara berprofil tinggi kerap memunculkan gesekan akibat minimnya pertukaran informasi maupun lemahnya mekanisme koordinasi.

Ia mengingatkan, ketika masing-masing institusi bergerak di wilayah yurisdiksi yang sensitif, potensi tumpang tindih kepentingan hingga langkah-langkah terselubung dapat menjadi ancaman bagi keselamatan aparat penegak hukum.

"Persaingan atau gesekan antarinstansi dalam menangani kasus berprofil tinggi adalah realitas pahit di lapangan. Jika Jamintel gagal membaca manuver atau pergerakan instansi lain di sekitarnya, maka koordinasi strategis antarlembaga penegak hukum kita sedang berada dalam lampu kuning," tegasnya.

Zaki menambahkan, penanganan perkara korupsi berskala besar selalu berpotensi memicu serangan balik atau lawfare dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.

Karena itu, ia meminta insiden yang menimpa Febrie Ardiansyah dijadikan bahan evaluasi menyeluruh bagi Kejagung untuk memperkuat sistem pengamanan, mempertajam analisis intelijen strategis, serta meningkatkan sinergi antarlembaga guna menjamin independensi dan keselamatan aparat penegak hukum.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya