Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

TPIA vs FPNI: Siapa Lebih Menarik di Bursa?

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 13:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua emiten di sektor industri pendukung manufaktur dan bahan baku, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), mencatatkan aktivitas perdagangan yang aktif pada sesi I hari Selasa 4 Agustus 2026. 

Hingga jelang penutupan jeda siang, kedua saham ini menunjukkan daya tarik yang kuat bagi investor dengan pergerakan harga yang sangat dinamis.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) merupakan produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia yang memasok bahan baku penting seperti olefin dan polyolefin untuk berbagai industri manufaktur. Sementara itu, PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) bergerak di bidang manufaktur dan distribusi produk kemasan plastik komersial serta film plastik cair yang menjadi penopang utama rantai pasok industri pengemasan nasional.


Pantauan RMOL berdasarkan data perdagangan bursa, memasuki menit-menit akhir penutupan sesi I, tepatnya pada pukul 12:59:21 WIB, saham TPIA diperdagangkan pada harga 2.080 per saham. Saham bergerak aktif dalam rentang harga yang cukup lebar, menembus batas terendah di level 2.050 dan mencapai puncak tertinggi harian di level 2.120, dengan indikator IHSI berada di posisi 2.096,287

Volume perdagangan mencapai 156,07 juta saham dengan nilai transaksi Rp324,93 miliar. Frekuensi transaksi juga mencapai 23.578 kali. Besarnya aktivitas tersebut menunjukkan tingginya likuiditas TPIA pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, FPNI berada di level Rp424 pada pukul 12.59 WIB. Saham tersebut sempat bergerak dari Rp402 hingga Rp436, atau memiliki rentang Rp34. 

Aktivitas transaksi FPNI tercatat sebanyak 8,81 juta saham dengan nilai Rp3,68 miliar dan frekuensi 1.978 transaksi. Selain itu, terdapat volume transaksi negosiasi sebanyak 39.500 saham.

Dari sisi rentang harga, kedua saham sama-sama menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. TPIA bergerak antara Rp2.050-Rp2.120 sebelum berada di Rp2.080, atau masih berada di bagian atas rentang perdagangan hariannya. FPNI bergerak antara Rp402-Rp436 dan terakhir berada di Rp424, juga relatif dekat dengan level tertingginya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya