Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam mulia dunia kembali tertekan seiring menguatnya prospek suku bunga tinggi Federal Reserve (The Fed) dan lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi.

Pada penutupan perdagangan Senin 3 Agustus 2026, harga emas spot turun 0,3 persen menjadi 4.030,34 Dolar AS per ons. Sementara emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup melemah 0,4 persen ke level 4.090,50 Dolar AS per ons.

Pergerakan emas juga masih tertahan dalam rentang 4.000 hingga 4.200 Dolar AS per ons selama lebih dari sebulan terakhir.


Tekanan serupa terjadi pada logam mulia lainnya. Harga platinum merosot 1,6 persen menjadi 1.615,25 Dolar AS per ons, sedangkan paladium anjlok 1,7 persen ke level 1.252,62 Dolar AS per ons. Adapun perak spot relatif stabil di posisi 57,63 Dolar AS per ons.

Sentimen negatif terutama datang dari lonjakan harga minyak Brent yang naik lebih dari 20 persen. Kenaikan tersebut kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat sinyal hawkish pejabat The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil. Investor juga masih mencermati ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta menunggu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed.

Di tengah tekanan pasar tersebut, Bank Sentral Korea Selatan mengambil langkah berbeda dengan membeli emas dari produsen lokal sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi cadangan devisa negara.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya