Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa melesat ke rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Senin, 3 Agstus 2026 waktu setempat, ditopang meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan anjloknya harga minyak. 

Investor kembali berani mengambil risiko setelah Amerika Serikat (AS) menahan diri dari serangan terhadap Iran, sementara Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kesiapan menuju gencatan senjata.

Optimisme semakin menguat setelah Iran mengindikasikan kemajuan dalam negosiasi untuk memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz. Prospek meredanya konflik tersebut mendorong harga minyak mentah Brent turun di bawah 84 Dolar AS per barel.


Penurunan harga energi ikut meredakan tekanan inflasi dan biaya pinjaman, sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England. Sentimen ini kemudian menjadi katalis bagi penguatan hampir seluruh bursa utama Eropa.

Euro STOXX 50 melonjak 1,2 persen ke level 6.440, sementara STOXX Europe 600 naik 0,4 persen menjadi 652. 

Di Jerman, DAX 40 melesat lebih dari 1,5 persen dan menembus rekor baru di atas 26.000 poin. FTSE MIB Italia menguat 1,3 persen ke 52.871 dan CAC 40 Prancis naik 1,2 persen ke 8.614.

Sementara itu, FTSE 100 Inggris bergerak berlawanan dengan melemah tipis. Tekanan datang setelah data menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur Inggris pada Juli melambat, meski pesanan baru masih relatif kuat.

Sektor perbankan menjadi salah satu motor penguatan. Saham UniCredit, Santander, BBVA, dan BNP Paribas kompak naik lebih dari 2 persen, dengan UniCredit menguat sekitar 3 persen.

Di Italia, saham Intesa Sanpaolo naik sekitar 2,3-2,4 persen setelah pembicaraan merger antara Banca MPS dan Banco BPM terhenti. Situasi ini membuka peluang bagi Intesa untuk mengejar akuisisi Banca MPS. Jika rencana penambahan modal pada September dan penyelesaian transaksi akhir tahun terealisasi, Intesa berpotensi menjadi bank terbesar kedua di zona Euro.

Reli juga merambah saham teknologi dan industri. Saham SAP melonjak 4,4 persen mengikuti penguatan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) global. Saham Siemens Healthineers naik lebih dari 6 persen setelah menaikkan panduan laba per saham tahunan dan mencatat backlog pesanan yang kuat. Deutsche Telekom juga menguat 5 persen menjelang laporan keuangan, sedangkan E.ON naik sekitar 2 persen setelah mendapat peningkatan peringkat menjadi "Beli" dari Jefferies.

Saham barang mewah turut menikmati sentimen positif. Kering naik 1,5 persen setelah penurunan penjualan Gucci melambat pada paruh pertama tahun ini. LVMH kemudian menguat 2,5 persen, Hermès 1,9 persen, dan Brunello Cucinelli 5 persen.

Saham penerbangan dan pertahanan juga mencatat penguatan, dengan Airbus naik 2,9 persen, Safran 3,8 persen, Rolls-Royce sekitar 2 persen, dan Avio 4,3 persen. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah turut menopang saham properti Inggris, termasuk Barratt Redrow yang naik lebih dari 3 persen dan Persimmon sekitar 2,5 persen.

Namun, reli tidak berlangsung merata. AstraZeneca menjadi salah satu saham yang paling tertekan setelah anjlok 9 persen menyusul laporan pembicaraan merger dengan Bristol Myers Squibb yang dinilai analis tidak memiliki dasar strategis maupun finansial yang kuat.

Penurunan harga minyak juga menyeret saham energi. BP melemah lebih dari 0,5 persen dan Eni turun 1,2 persen. Sementara itu, saham produsen kabel Prysmian turun 0,7 persen setelah mengumumkan akuisisi perusahaan AS, Atkore, yang sebagian besar akan dibiayai melalui utang.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya