Berita

Komisioner BPKN RI, Ir. Jailani, ST, MM (Foto: Dokumentasi BPKN)

Bisnis

Komisioner BPKN:

Danantara Mulai Tunjukkan Peran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 00:01 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Ir. Jailani, ST, MM, menilai gagasan Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan perannya dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Jailani, di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia justru mampu mempertahankan kinerja ekonomi yang positif. Pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 mencapai sekitar 5,6 persen, realisasi investasi menembus Rp1.010 triliun, industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto, sementara defisit APBN tetap terjaga pada kisaran 0,76 persen terhadap PDB.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam memperkuat investasi nasional mulai memberikan hasil. Salah satu langkah strategis Presiden Prabowo adalah menghadirkan Danantara sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara menjadi investasi yang produktif," kata Jailani dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.


Menurutnya, kehadiran Danantara tidak hanya dipandang sebagai lembaga pengelola investasi, tetapi sebagai bagian dari arsitektur baru pembangunan ekonomi Indonesia. Melalui pengelolaan aset negara yang lebih profesional, pemerintah berupaya memperluas sumber pembiayaan pembangunan di luar APBN sehingga kapasitas investasi nasional dapat terus meningkat.

Ia menjelaskan bahwa tantangan ekonomi global saat ini semakin kompleks akibat ketegangan geopolitik, perang dagang, perubahan iklim, disrupsi teknologi, serta perubahan rantai pasok dunia. Dalam situasi tersebut, negara tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memerlukan instrumen investasi yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru secara berkelanjutan.

"Danantara merupakan salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut. Gagasan Presiden Prabowo bukan sekadar membentuk sebuah institusi baru, tetapi membangun mekanisme agar aset negara dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi, memperkuat hilirisasi industri, menarik investasi, serta membuka lapangan kerja," ujarnya.

Jailani menilai berbagai indikator ekonomi menunjukkan arah yang positif. Meski belum seluruh dampaknya dapat diatribusikan secara langsung kepada Danantara, keberadaannya dinilai telah memperkuat optimisme investor sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas investasi nasional menuju target Indonesia Emas 2045.
  
Ia menambahkan, pengalaman negara-negara seperti Singapura, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Malaysia memperlihatkan bahwa lembaga investasi negara dapat menjadi penggerak transformasi ekonomi apabila dikelola secara profesional, independen, dan berorientasi jangka panjang.

Meski demikian, Jailani mengingatkan bahwa keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada kualitas tata kelola. Independensi pengambilan keputusan investasi, transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta manajemen risiko harus terus diperkuat agar manfaat ekonominya semakin nyata.

"Danantara memiliki peluang menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun keberhasilannya tidak ditentukan oleh besarnya aset yang dikelola, melainkan oleh kemampuannya menciptakan investasi produktif, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi perekonomian nasional," tutup Jailani.
 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya