Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto (tengah) saat sesi wawancara di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Jumat, 31 Juli 2026./Dok RMOL

Hukum

Puslabfor Telusuri Percakapan di Ponsel Sutrimo Sebelum Tewas Misterius

JUMAT, 31 JULI 2026 | 20:43 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri ikut dilibatkan dalam penyelidikan kematian misterius Sutrimo, sosok yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah berkoordinasi dengan Puslabfor untuk mendalami penyebab kematian korban.

"Bersama Puslabfor Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian peristiwa, olah TKP. Juga melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi, mengambil beberapa barang bukti untuk diolah, dan dilakukan pendalaman," kata Budi kepada wartawan, Jumat, 31 Juli 2026.


Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa para saksi, penyidik juga akan mendalami riwayat percakapan dalam telepon genggam milik Sutrimo.

"Tentunya (akan memeriksa ponsel). Informasi sekecil apa pun itu pasti akan dilakukan," ujarnya.

Namun demikian, Budi belum bersedia mengungkap hasil sementara penyelidikan karena masih dalam proses pendalaman.

"Tetapi kalau kita berbicara tentang proses penyelidikan substansi materi, itu belum dapat kami sampaikan kepada publik. Karena itu merupakan kerahasiaan dari teman-teman penyelidikan dalam proses ini," katanya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya AZ yang mengemudikan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, MOP yang membawa jenazah ke Banyumas, serta M yang membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke ambulans.

Penyidik juga meminta keterangan MZ dan S dari pihak manajemen penyedia jasa ambulans, serta MA yang mengaku menjadi orang terakhir yang melihat Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain itu, polisi akan meminta klarifikasi dari dokter yang memeriksa kondisi Sutrimo dan menyatakan korban telah meninggal dunia.

"AAS pengemudi ambulans, serta saat ini penyelidik juga akan melakukan undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa saudara S sudah meninggal dunia," tutur Budi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya