Berita

Jenazah diduga karumga Febrie Adriansyah, Sutrimo saat dievakuasi. (Foto: Istimewa)

Hukum

Lingkaran Terdekat Sutrimo Mulai Diperiksa Polisi

JUMAT, 31 JULI 2026 | 17:46 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya terus mengusut kematian misterius Sutrimo, sosok yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tak bernyawa di sekitar halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Ada beberapa orang saksi yang sudah dimintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 31 Juli 2026.


Menurut Budi, penyidik telah memeriksa AZ, sopir ambulans yang mengantar jenazah ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Polisi juga meminta keterangan MOP, sopir ambulans yang membawa jenazah ke Banyumas, Jawa Tengah, serta M, saksi yang membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke ambulans.

Selain itu, penyidik memeriksa MZ dan S selaku manajemen penyedia jasa ambulans, serta MA yang mengaku mengenal Sutrimo dan menjadi orang terakhir yang melihat korban di depan Mordent Aesthetic Clinic pada Rabu malam, 22 Juli 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

"AAS pengemudi ambulans, serta saat ini penyelidik juga akan melakukan undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa saudara S sudah meninggal dunia," ujar Budi.

Penyidik masih terus mengumpulkan keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan meninggal dunia.

Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di kediaman pribadi Febrie Adriansyah. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari penyidik yang mengonfirmasi keterkaitan status tersebut dengan penyebab maupun peristiwa kematian korban.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya