Berita

Jokowi sedang menggendong Kaesang Pangarep. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Anak Jokowi Belum Tentu Jaminan Tembus Senayan

JUMAT, 31 JULI 2026 | 15:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V menuai beragam tafsir politik. Langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai upaya menantang dominasi PDI Perjuangan di salah satu basis terkuatnya.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, ramainya respons terhadap rencana tersebut tidak lepas dari anggapan bahwa Dapil Jawa Tengah V selama ini identik dengan "kandang banteng". Terlebih, dapil tersebut juga menjadi daerah pemilihan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

"Kenapa ini menjadi ramai? Karena banyak yang menafsirkan ketika Kaesang ingin menjadi caleg di Dapil 5 Jawa Tengah sebagai upaya menggempur kandangnya banteng. Sebab, Dapil 5 ini memang identik dengan markas banteng," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 31 Juli 2026.


Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa kontestasi pemilihan legislatif memiliki dinamika yang sangat berbeda dengan persepsi politik yang berkembang saat ini. Menurutnya, peta kekuatan partai maupun kandidat masih bisa berubah menjelang Pemilu 2029.

"Pertarungan pileg itu sesuatu yang sangat dinamis. Hari ini kelihatan kuat dan solid, tetapi menjelang 2029 bisa berubah secara signifikan. Yang kuat bisa menjadi lemah, yang lemah pun bisa menjadi kuat. Semua tergantung kerja politik," ujarnya.

Karena itu, Adi menilai tidak ada jaminan Kaesang otomatis meraih kursi DPR hanya karena maju dari daerah yang juga merupakan kampung halaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Sekalipun Kaesang maju sebagai caleg di Dapil 5 Jawa Tengah, tidak ada jaminan akan mendapatkan dukungan dan meraih kursi, meskipun ayahnya Jokowi berasal dari Solo," jelasnya.

Menurut Adi, justru di situlah letak rumitnya persaingan dalam pemilihan legislatif. Kemenangan, kata dia, sangat ditentukan oleh kerja politik, konsolidasi partai, kekuatan kandidat, hingga kemampuan merebut simpati pemilih.

"Itulah rumitnya pertarungan pileg," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya