Berita

AS jatuhkan sanksi baru kepada entitas dan jaringan yang diduga terkait dengan kelompok IRGC (Unggahan akun X @statedeptspox)

Dunia

AS Kembali Sanksi Jaringan Garda Revolusi Iran

JUMAT, 31 JULI 2026 | 10:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menjatuhkan sanksi kepada enam individu dan entitas di China, India, Rusia, dan Iran. Mereka dituduh membantu aktivitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui jaringan transportasi udara yang dijalankan maskapai Mahan Air.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan sanksi tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang dinilai mendukung operasi IRGC.

"Amerika Serikat hari ini menjatuhkan sanksi kepada enam entitas dan individu di China, India, Rusia, dan Iran yang memungkinkan rezim Iran dan IRGC menjalankan aktivitasnya," kata Pigott, dikutip dari laman resmi Kemenlu AS, Jumat 31 Juli 2026.


Menurut pemerintah AS, Mahan Air merupakan maskapai yang selama ini digunakan IRGC untuk mengangkut senjata, personel militer, serta berbagai peralatan ke berbagai negara.

Departemen Keuangan AS juga menuduh Mahan Air membantu Pasukan Qods IRGC dengan menyediakan layanan perjalanan untuk pelatihan militer dan pengadaan sistem drone.

Selain itu, AS turut menjatuhkan sanksi kepada DadeNegar Startup Studio, perusahaan yang disebut berafiliasi dengan IRGC. Perusahaan tersebut dituduh mendukung operasi militer dengan mengumpulkan informasi mengenai lokasi aset milik AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa siapa pun yang tetap memberikan layanan keuangan atau bisnis kepada jaringan tersebut berisiko ikut mendukung aktivitas yang dikategorikan AS sebagai terorisme.

Pigott juga mengingatkan perusahaan dan individu di seluruh dunia agar mempertimbangkan risiko jika tetap berbisnis dengan Mahan Air maupun maskapai Iran lainnya yang telah dikenai sanksi.

"Amerika Serikat menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya perusahaan dan individu yang berbisnis dengan Mahan Air atau maskapai penerbangan Iran lainnya yang dikenai sanksi, untuk menyadari risiko serius dari kelanjutan keterlibatan tersebut," ujar Pigott.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya