Berita

Anggota Komisi II DPR Ahmad Heryawan (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Legislator PKS: Reses Momentum Pertanggungjawaban ke Konstitusi

KAMIS, 30 JULI 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masa reses merupakan instrumen penting bagi anggota parlemen untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Ahmad Heryawan atau Aher dalam diskusi KWP bertajuk "Reses, Jembatan Aspirasi Rakyat: Fondasi Kebijakan Berkeadilan" di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut mantan Gubernur Jawa Barat itu, DPR memiliki dua agenda utama dalam setiap masa persidangan, yakni menjalankan fungsi legislasi di parlemen dan kembali ke daerah pemilihan melalui masa reses.


“Tentu saja dia (anggota parlemen) harus kembali ke masyarakat yang memilihnya, untuk menghadirkan komunikasi yang terus intens, ya tentu saja aspirasi itu yang kemudian paling menjadi hal penting,” kata Aher akrab disapa.

Politikus senior PKS itu menjelaskan, tujuan utama reses adalah menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Aspirasi yang diterima kemudian diperjuangkan sesuai ruang lingkup tugas komisi masing-masing di DPR.

Menurut Aher, jika aspirasinya bukan menjadi kewenangan dan tak ada korelasi dengan Komisi terkait, tentu pihaknya akan meneruskan kepada pemerintah daerah maupun DPRD.

Selain menyerap aspirasi, reses juga menjadi momentum bagi anggota DPR mempertanggungjawabkan kinerja kepada konstituen. Aher mencontohkan sejumlah capaian Komisi II, salah satunya pengawalan penyelesaian pengangkatan aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK.

"Tahun 2025-2026 ini tahun di mana pemerintah mengangkat pegawai atau ASN terbanyak sepanjang Indonesia merdeka. Ada ASN yang diangkat ya baik itu ASN PNS maupun P3K termasuk P3K paruh waktu, itu kan kita mempertanggungjawabkan," jelasnya.

Aher menambahkan, reses juga berfungsi memverifikasi apakah program pemerintah benar-benar berjalan efektif di lapangan. Sebab, tidak semua laporan yang diterima dalam rapat mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ia mencontohkan pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Menurutnya, program sertifikasi tanah gratis tersebut sangat membantu masyarakat karena biaya pengurusan ditanggung pemerintah.

Namun, dari hasil reses ditemukan sejumlah kendala di lapangan, termasuk masih adanya keberatan dari sebagian aparatur desa serta berbagai persoalan administratif yang menghambat pelaksanaan program.

Aher menyebut pihaknya jadi mengetahui persoalan yang tidak terlihat dalam laporan resmi. Karena itu, verifikasi lapangan sangat penting agar program pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan.

Ia juga menilai reses membantu anggota DPR menentukan prioritas persoalan yang paling mendesak di masyarakat. Ia menyoroti isu pengelolaan sampah, air bersih, hingga kualitas udara yang dinilai kerap terabaikan dibanding program-program yang lebih populer secara politik.

Lebih jauh, Aher menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPR, melainkan mekanisme untuk memastikan kebijakan negara lahir berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

"Melalui reses, mana yang harus kita prioritas kalau manfaatnya tertentu akan menghasilkan kebijakan yang lebih sesuai, dan mengungkap persoalan yang tidak tampak,” pungkasnya.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya