Berita

Mantan pejabat senior Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Frank Yiannas (Foto: X)

Dunia

Eks Pejabat FDA Kritik Penanganan Wabah Cyclospora yang Amburadul di AS

RABU, 29 JULI 2026 | 15:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penanganan pemerintah Amerika Serikat terhadap wabah cyclospora menuai kritik tajam dari mantan pejabat senior Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Frank Yiannas. 

Menurutnya, respons otoritas federal terhadap penyebaran penyakit yang telah menginfeksi ribuan orang itu penuh kekeliruan dan kini nyaris mencapai tingkat yang membahayakan.

Yiannas, yang pernah menjabat sebagai Wakil Komisaris FDA untuk Kebijakan Pangan pada 2018-2023 di era pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden, mendesak agar dilakukan peninjauan independen terhadap penanganan wabah tersebut. 


Menurutnya, banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai langkah pemerintah dalam mengendalikan penyebaran penyakit akibat parasit Cyclospora cayetanensis itu.

"Hal ini layak dipertanyakan secara mendalam, dan mulai mendekati tingkat bencana dalam hal bagaimana pengelolaannya yang buruk di berbagai bidang," ujarnya, seperti dikutip dari Politico, Rabu, 29 Juli 2026.

Dia menjelaskan, kebingungan masyarakat mengenai cyclosporiasis, penyakit usus yang dapat menyebabkan diare hebat, diperburuk oleh lemahnya kepemimpinan pemerintah federal serta penyampaian informasi yang tidak selaras antarlembaga.

Kondisi tersebut dinilai membuat upaya penanganan wabah berjalan tidak optimal di tengah terus bertambahnya jumlah kasus.

Hingga kini, lebih dari 4.000 orang di Amerika Serikat dilaporkan terinfeksi cyclospora, sementara FDA masih menyelidiki sekitar 7.400 dugaan kasus di sembilan negara bagian. 

Polemik juga mencuat setelah FDA sempat mengaitkan wabah dengan selada produksi Taylor Farms yang dipasok ke jaringan restoran Taco Bell, sebelum kemudian merevisi pernyataan tersebut. 

Meski demikian, FDA tetap menyatakan memiliki bukti kuat yang menghubungkan produk perusahaan itu dengan wabah.

Yiannas menilai FDA bertindak terlalu tergesa-gesa dalam menyampaikan kesimpulan kepada publik. 

"Mereka terlalu terburu-buru dan melakukan kesalahan. Mereka seharusnya berbagi lebih banyak tentang bagaimana dan mengapa hal itu terjadi serta apa yang akan mereka lakukan untuk mencegahnya di masa depan," ujarnya.

Dia pun meminta agar penanganan wabah cyclospora diawasi melalui penyelidikan Kongres atau pemeriksaan oleh inspektur independen untuk mengevaluasi seluruh proses respons pemerintah. 

Hingga kini, FDA belum memberikan tanggapan atas seruan tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya