Berita

Survei Bursa Capres 2029. (Foto: Istimewa)

Politik

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Indikator Politik Indonesia Membantah
RABU, 29 JULI 2026 | 00:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Beredar hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang menampilkan 32 nama tokoh politik maupun pemerintahan dalam bursa calon presiden (capres) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Pelaksanaan survei disebutkan pada 14-24 Juli 2026.

Berdasarkan dokumen format PDF yang diperoleh RMOL, di dalamnya memuat sekitar sebanyak 26 halaman hasil survei mengenai capres dan cawapres untuk Pemilu 2029.

Dipaparkan di awal bab tersebut soal top of mind sosok yang mendapat antusiasme besar hingga terendah untuk menjadi capres di Pemilu 2029. 


Kemudian dilanjutkan dengan simulasi daftar terbuka untuk 32 nama tokoh politik maupun pemerintahan untuk mengukur dukungan dari masyarakat.

Selain itu, Indikator juga memasukan variabel yang semakin mengerucut yakni ada 10 nama besar, 5 nama besar, termasuk simulasi 3 hingga 2 bakal pasangan capres-cawapres di 2029 nanti, berikut perolehan dukungannya dari koresponden survei serta tingkat popularitas tokoh-tokoh tersebut. 

Namun dokumen survei yang beredar itu dibantah oleh Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Indikator atas nama Fauny Hidayat, Indikator membantah telah merilis survei bursa capres-cawapres baru-baru ini.

"Indikator Politik Indonesia tak pernah menulis atau mempublikasikan hasil survei nasional yang dilakukan pada Juli 2026 tersebut," tulis Indikator dalam keterangannya kepada RMOL, Rabu 29 Juli 2026.

Selain itu, juga ditegaskan dalam surat bantahan tentang mekanisme yang diberlakukan Indikator, dalam proses publikasi atau rilis hasil tidak merujuk UU Pemilu.

"Data dan temuan survei Indikator  secara resmi selalu dipublikasikan melalui web/portal resmi www.indikator.co.id, dan jaringan media sosial Indikator Politik," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya