Berita

Ilustrasi Kekeringan (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

BMKG Ungkap 39 Wilayah di Pulau Jawa Terancam Kekeringan saat Kemarau 2026, Ini Daftarnya

SELASA, 28 JULI 2026 | 20:06 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Dalam laporan terbarunya, sebanyak 39 daerah di Pulau Jawa terancam mengalami krisis air bersih akibat potensi kekeringan parah pada musim kemarau ini.

Mengutip laman resmi BMKG, seluruh wilayah kekeringan ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Bahkan, beberapa daerah  terdeteksi masuk dalam potensi peringatan kategori tertinggi, yakni status Awas.

Daftar Wilayah Paling Terdampak Kekeringan di Jawa


1. DI Yogyakarta

BMKG Yogyakarta melalui Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) Dasarian III Juli 2026 memprediksi sejumlah wilayah di DI Yogyakarta mulai terdampak kekeringan dengan tingkat yang berbeda-beda. Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan status Awas, sedangkan Kabupaten Gunungkidul berstatus Siaga dan Kabupaten Kulon Progo masuk kategori Waspada. 

Potensi kekeringan juga terdeteksi di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. BMKG menjelaskan bahwa Gunungkidul menjadi daerah dengan tingkat kerawanan paling tinggi, terutama di kawasan karst yang memiliki cadangan air permukaan terbatas. 

Sementara itu, wilayah selatan Bantul dan Kulon Progo juga tergolong rawan karena bergantung pada curah hujan dan sumber air yang terbatas. Untuk mengurangi dampak kekeringan, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, memanfaatkan penampungan air hujan, serta terus memantau informasi peringatan dini dari BMKG.

2. Jawa Timur

Di Jawa Timur, dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sebanyak 14 kabupaten telah menetapkan status darurat kekeringan. 

Dari jumlah tersebut, 11 kabupaten berstatus siaga darurat, yakni Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, dan Sampang. Sementara itu, Kabupaten Lumajang, Mojokerto, dan Situbondo telah menetapkan status tanggap darurat. 

Penetapan status ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih dan dampak kekeringan yang diperkirakan meningkat selama puncak musim kemarau 2026.

3. Jawa Tengah

Jawa Tengah juga mulai memasuki musim kemarau. Berdasarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis periode Dasarian I Juli 2026, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mencatat sebanyak 19 kabupaten dan kota berada pada status waspada kekeringan.

Wilayah tersebut meliputi Batang, Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Purworejo, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Klaten, Kota Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, serta Kota dan Kabupaten Magelang. 

Daerah-daerah tersebut diminta meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi berkurangnya pasokan air bersih selama musim kemarau.

4. Jawa Barat

BMKG menyoroti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Ciamis sebagai wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026. Ketiga daerah tersebut merupakan wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah pada musim kemarau 2023.

BMKG meminta pemerintah daerah perkuat langkah mitigasi, terutama untuk mengantisipasi krisis air bersih dan meminimalkan dampak terhadap sektor pertanian. Upaya kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting mengingat musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih kering di sejumlah wilayah.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya