Berita

Dua ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang sempat terekam kamera jebak (camera trap) pada September 2025 kini kembali muncul dalam pemantauan terbaru dengan kondisi sehat. (Foto: Kemenhut)

Politik

Kabar Baik, Dua Anak Harimau Sumatra Tumbuh Sehat di Kerinci

SELASA, 28 JULI 2026 | 18:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kabar baik datang dari bentang alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Dua ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang sempat terekam kamera jebak (camera trap) pada September 2025 kini kembali muncul dalam pemantauan terbaru dengan kondisi sehat dan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Temuan hasil monitoring Kementerian Kehutanan tersebut menjadi indikator positif bagi keberlangsungan populasi satwa endemik yang berstatus kritis itu. Keberhasilan mendokumentasikan kembali kedua anak harimau tersebut juga memperlihatkan bahwa habitat alaminya masih mampu mendukung proses berkembang biak satwa liar yang dilindungi.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko menyampaikan, hasil pemantauan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan hutan penyangga secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, mitra konservasi, dan para pemangku kepentingan.


Pemantauan dilakukan melalui jaringan kamera jebak yang dipasang secara sistematis oleh tim lapangan Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat bersama Yayasan Konservasi Hutan Harimau di bentang alam Kerinci Seblat.

Identifikasi individu dilakukan berdasarkan pola loreng yang unik pada setiap harimau, sehingga memungkinkan peneliti memastikan bahwa individu yang terekam pada 2026 merupakan anak harimau yang sama dengan yang terdokumentasi pada September 2025.

"Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia,” kata Satyawan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Temuan ini juga menjadi indikator positif bahwa proses reproduksi Harimau Sumatra masih berlangsung secara alami dan habitatnya masih mampu mendukung kelangsungan hidup satwa kunci tersebut. 

Keberhasilan dua ekor anak harimau bertahan hidup hingga memasuki fase remaja juga menjadi salah satu indikator penting keberhasilan upaya perlindungan habitat dan pengamanan kawasan.

Meski menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, Harimau Sumatra masih menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perburuan liar, jerat satwa, degradasi habitat, hingga konflik antara manusia dan satwa liar. 

Karena itu, Kementerian Kehutanan terus memperkuat strategi konservasi melalui peningkatan patroli pengamanan kawasan, penegakan hukum terhadap kejahatan tumbuhan dan satwa liar, pemantauan populasi berbasis sains, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Keberhasilan pemantauan ini juga tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak yang secara konsisten mendukung perlindungan Harimau Sumatra beserta habitatnya. Kementerian Kehutanan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan sebagai rumah bagi Harimau Sumatra dan berbagai satwa endemik Indonesia. 
Kelangsungan hidup generasi baru Harimau Sumatra merupakan tanggung jawab bersama sekaligus menjadi cerminan keberhasilan Indonesia dalam menjaga kekayaan keanekaragaman hayati nasional.

“Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang," tutup Satyawan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya