Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Bisnis

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

SELASA, 28 JULI 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diyakini mampu memangkas rantai pasok sektor pertanian sekaligus mengalihkan keuntungan yang selama ini dinikmati para perantara kepada petani. Nilainya bahkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 triliun.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, selama ini distribusi komoditas pertanian melalui delapan mata rantai. Dengan KDKMP, alur tersebut dapat dipangkas menjadi tiga mata rantai, yakni dari petani ke koperasi, lalu diteruskan kepada masyarakat.

"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," ujar Amran di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. 


Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian pernah menghitung keuntungan yang diperoleh para perantara dari sembilan komoditas pangan mencapai sekitar Rp313 triliun.

Menurutnya, apabila koperasi hanya mengambil keuntungan sekitar Rp50 triliun, maka sisanya dapat kembali dinikmati petani sehingga harga jual komoditas meningkat dan daya beli masyarakat ikut terdongkrak.

"Ada Rp263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik. Konsumen yang biasanya beli 1 kilo bisa menjadi 1,5 kilo. Itu yang diinginkan Bapak Presiden," jelasnya.

Selain mempersingkat rantai distribusi, Amran mengatakan KDKMP juga akan menjadi titik penyaluran pupuk sehingga petani tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkannya.

Di sisi lain, koperasi juga akan berperan sebagai offtaker sekaligus distributor hasil pertanian. Dengan skema tersebut, petani dapat langsung menjual gabah ke koperasi tanpa harus bergantung pada gudang penyimpanan yang lokasinya jauh.

"Yang kedua, menjual seperti dikatakan tadi Pak Menko, menjual gabah itu langsung ke koperasi, karena biasanya gudang Bulog kita jaraknya 50 kilo dari sawah," tandas Amran.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya