Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: X)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim Rusia tengah bersiap mendatangkan tambahan 30.000 personel militer dari Korea Utara guna memperkuat invasi ke Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan, Zelensky menyebut Rusia telah memulai persiapan untuk menerima gelombang baru pasukan Korea Utara di wilayah Voronezh sejak Juni lalu.
Menurutnya, pengerahan tersebut merupakan bagian dari penguatan operasi militer Rusia di medan perang Ukraina.
"Kita juga melihat kerja sama Rusia dengan Korea Utara. Rusia ingin menerima 30.000 tentara lagi dari Korea Utara. Sejak Juni, persiapan telah dilakukan di wilayah Voronezh Rusia untuk menerima mereka," ujar Zelensky, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.
Korea Utara diduga telah mengirim sekitar 12.000 tentaranya ke wilayah perbatasan Kursk, Rusia. Pengerahan itu dilakukan di bawah payung pakta pertahanan yang diteken Moskow dan Pyongyang pada 2024, sekaligus menandai semakin intensifnya kerja sama militer kedua negara.
Selama konflik berlangsung, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut semakin bergantung pada Korea Utara untuk memasok amunisi artileri dan rudal.
Kehadiran lebih banyak pasukan Korea Utara juga memunculkan kekhawatiran bahwa Rusia akan membagikan pengalaman tempur, taktik perang, hingga teknologi militernya kepada rezim pimpinan Kim Jong Un.
"Rusia membantu Korea Utara mempelajari cara berperang, meningkatkan persenjataannya, dan mendapatkan pengalaman tempur nyata dalam menggunakannya," ujar Zelensky.
Dia juga menegaskan dampak kerja sama tersebut tidak hanya mengancam Ukraina, tetapi juga keamanan kawasan Asia.
"Semua ini merupakan ancaman bagi semua orang di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara. Kami akan melawan ini," tegas Presiden Ukraina.