Berita

Ilustrasi menggigil kedinginan/Unsplash

Nusantara

Suhu Minimum Bandung Tembus 16,6 Derajat Celsius, BMKG Ungkap Penyebabnya

SELASA, 28 JULI 2026 | 11:56 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Warga Kota Bandung dan sekitarnya merasakan hawa dingin yang cukup menyengat dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di Kota Bandung mencapai 16,6 derajat Celsius pada 26 Juli 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin ini bukan hal yang mengejutkan mengingat wilayah Bandung telah memasuki awal musim kemarau sejak bulan Juli.

"Suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, khususnya pada malam hari hingga pagi hari," ujar Edi dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).


Menurut Edi, kondisi ini berkaitan erat dengan minimnya tutupan awan selama musim kemarau. Pada siang hari, terik sinar matahari mencapai titik maksimal karena tidak ada awan yang menghalangi, sehingga permukaan bumi menyerap radiasi matahari secara penuh.

"Namun pada malam hari, energi yang tersimpan di permukaan bumi tersebut akan dilepaskan kembali. Karena tidak ada awan yang berfungsi menahan panas, radiasi dari permukaan bumi lepas secara maksimal ke atmosfer," jelasnya.

Ia menambahkan, proses pelepasan energi inilah yang menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat pada malam hingga dini hari, sehingga memicu suhu minimum yang terasa ekstrem bagi warga.

Selain faktor tutupan awan, Edi mengungkapkan ada penyebab tambahan yang turut memperkuat suhu dingin di wilayah Bandung, yakni pengaruh musim dingin yang tengah berlangsung di Australia.

"Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia. Kondisi ini mendorong pergerakan massa udara dingin menuju Indonesia, yang lebih dikenal dengan istilah angin monsun Australia," kata Edi.

Angin monsun Australia, lanjutnya, merupakan penyebab utama terjadinya musim kemarau di Indonesia. Angin tersebut membawa massa udara dingin dan kering dari wilayah Australia menuju Indonesia yang berada di kawasan Belahan Bumi Selatan (BBS).

Dengan kombinasi kedua faktor tersebut, minimnya tutupan awan dan pengaruh angin monsun Australia, suhu dingin di Bandung diperkirakan masih berpotensi terjadi selama puncak musim kemarau berlangsung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya