Berita

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Publika

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

SELASA, 28 JULI 2026 | 04:33 WIB

FENOMENA mundur di era Presiden Prabowo Subianto, artinya bisa banyak. Tidak lagi tunggal. 

Bukan karena tidak mampu, punya masalah, mundur atau dimundurkan, dan lain sebagainya. 

Orang tidak pernah tahu pasti. Atau sekadar meraba-raba saja. Hari libur pun bisa mundur seperti Hari libur pun Presiden bisa bekerja.


Belum lama, Kepala BGN Naniek S Deyang, tiba-tiba mundur karena sakit. Sakitnya benar, dan semakin bertambah sakit karena tekanan pekerjaan, juga dibenarkan Naniek S Deyang. 

Bahkan, ia sendiri mengakui bahwa mentalnya mental kerupuk tak sanggup bekerja di bawah tekanan yang besar.

Kini, giliran Gubernur BI Perry Warjiyo yang mundur. Mundur di hari Minggu, kemarin. Mundur secara sukarela, karena alasan pribadi," kata Deputi Senior BI Destry Damayanti. 

Alasan pribadi agaknya alasan yang sengaja dipilih. Kalau sakit pula, nanti kayak kemarin pula. Orang tetap, tak akan percaya.

Desakan agar Gubernur BI Perry Warjiyo mundur sudah terdengar sejak gonjang-ganjing pelemahan rupiah bulan lalu. 

Kini malah tak terdengar lagi, ia justru mengundurkan diri. Kini mungkin dianggap waktu yang tepat, sedangkan kemarin tidak dan malah semakin melemahkan karena instabilitas.

Ada juga yang mengatakan bahwa memang antara Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak cocok. 

Saat Menkeu diganti, seharusnya Gubernur BI juga diganti. Aliran ekonominya berbeda. Menkeu menjaga fiskal dan Gubernur BI menjaga moneter dengan caranya masing-masing. Tetap bersama, tapi berbeda arah.

Seharusnya memang dicari orang yang menjaga fiskal dan moneter yang seiring selangkah. Perry Warjiyo sudah 8 tahun menjaga Gubernur BI, dari 2018 hingga 2026. 

Mestinya berhenti 2028, tapi ia memilih mundur atau dimundurkan. Dan banyak lagi pejabat di era Presiden Prabowo ini yang sudah terlalu lama seperti Perry yang harus dimundurkan.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya