Berita

Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang, Muhammad Haris Zulkarnain. (Foto: Istimewa)

Politik

Keuangan Daerah Bisa Hancur Imbas Sentralistik Perizinan dan TKD Dipangkas

SENIN, 27 JULI 2026 | 20:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mempersiapkan anggaran tambahan transfer ke daerah (TKD) dalam APBD 2026 untuk mendukung arus kas pemerintah daerah (pemda). 

Akan tetapi, nilai pasti dari penambahan TKD masih menunggu restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Rencana penambahan TKD ini sebelumnya telah disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara pada rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI pada 15 Juli 2026. 

Saat raker bersama Badan Anggaran DPR RI pada 7 Juli 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terkait adanya potensi penambahan pagu anggaran TKD sebesar Rp13,3 triliun. Sehingga pagu TKD nantinya akan mencapai Rp706,3 triliun dari Rp693 triliun. 


Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang, Muhammad Haris Zulkarnain mendukung rencana penambahan TKD ke Pemda. Menurut dia, penambahan TKD juga mesti selektif, daerah yang benar-benar memerlukan itu yang diprioritaskan, dengan efisiensi yang sedang diterapkan sekarang, sebaiknya kewenangan daerah diperbanyak. 

“Apalagi dengan banyaknya program prioritas nasional dan daerah yang harus tetap dijalankan, sehingga berbagai program mulai dari belanja pegawai, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, semuanya tidak boleh terputus,” ucap Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Lanjut dia, pergeseran kewenangan terkait perizinan ke tangan pemerintah pusat (sentralistik) telah menimbulkan kontradiksi, tetapi TKD dipangkas habis-habisan. 

“Jika TKD sudah dikurangi seharusnya kewenangan daerah itu ditambah agar daerah bisa mandiri dan lebih siap dalam menghadapi efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah pusat,” imbuh Haris.

“Saya khawatir ini menjadi bom waktu, 30 lebih daerah sudah tidak mampu lagi membayar gaji PPPK. Jelas ini dampak dari pemasukan daerah yang minim ditambah lagi semua hal perizinan sangat sentralistik, bisa hancur daerah-daerah,” pungkasnya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan negara harus berpihak pada seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.
 
Berdasarkan kajian dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) di tahun 2025, sekitar 60-70 persen, pemda masih bergantung pada dana transfer pusat, bahkan di beberapa daerah proporsinya mencapai 80-90 persen dari total pendapatan APBD. Melalui Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Negara, pemerintah pusat melakukan pemangkasan anggaran TKD secara masif yang berdampak pada kondisi fiskal daerah pada hari ini.  


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya