Berita

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Mohammad Rifky alias Eki Pitung. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Dewan Adat Bamus Betawi:

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

SENIN, 27 JULI 2026 | 20:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bentrokan yang melibatkan dua kelompok di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu 26 Juli 2026, masih menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut berujung tragis setelah seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Tokoh masyarakat Betawi yang juga Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Mohammad Rifky alias Eki Pitung menyesalkan pecahnya bentrokan yang dipicu masalah sepele.

"Saya mengimbau seluruh pihak untuk kepala dingin dalam masalah ini. Apalagi sudah ditangani pihak Kepolisian setempat," kata Eki Pitung dalam keterangannya, Senin 27 Juli 2026.


Eki Pitung mengatakan, siapa pun boleh mencari nafkah di Jakarta asalkan tidak membuat onar yang berpotensi menimbulkan gesekan antar warga.

"Nyok kite jaga Jakarta dengan adat yang baik," kata Eki Pitung.

Eki Pitung meminta kepada seluruh pihak selalu berperilaku damai dan kondusif agar tidak membuat resah dan mencekam di Jakarta.

"Kami berterima kasih pada pihak Kepolisian yang cepat dan tanggap untuk selesaikan masalah di lapangan," pungkas Eki Pitung.

Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam penanganan dua perkara yang muncul dari rangkaian bentrokan di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan empat tersangka ditetapkan dalam kasus dugaan perusakan, sementara tiga tersangka lainnya terkait dugaan pengeroyokan.

Dalam perkara perusakan, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum menetapkan GNA, AJL, FAM, dan ELL sebagai tersangka. Keempatnya kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum.

Sementara itu, perkara dugaan pengeroyokan di Jalan Tambak ditangani Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Penyidik menetapkan SK, AS, dan OR sebagai tersangka.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya