Berita

Ribka Tjiptaning (kedua dari kiri) di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 27 Juli 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Ribka Kenang Momen Mencekam Kudatuli: Kalau Sakit Bilang ‘Merdeka, Hidup Mega’

SENIN, 27 JULI 2026 | 18:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning membagikan pengalaman dramatis saat menangani korban Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli). 

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 27 Juli 2026, Ribka mengaku harus menjahit korban luka tanpa obat bius karena keterbatasan fasilitas.

Ribka mengungkapkan, saat itu ia adalah seorang dokter sekaligus Ketua DPC PDI Kota Tangerang. Ia mendapat tugas langsung dari Megawati Soekarnoputri untuk menjaga kesehatan para peserta Mimbar Demokrasi yang bertahan di kantor PDI.


"Saya diperintah Ibu Mega untuk menjaga kesehatan teman-teman yang berada di Mimbar Demokrasi," ujarnya.

Ia mengenang, suasana semakin tegang setelah aksi massa dari Gambir dibubarkan. Dukungan masyarakat terus berdatangan, termasuk bantuan makanan dan obat-obatan dari berbagai pihak yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Pada malam sebelum penyerbuan, Megawati disebut sempat berencana datang ke kantor partai. Namun rencana itu batal. Keesokan paginya, Ribka menerima kabar bahwa kantor PDI telah diserang.

Saat hendak menuju lokasi, ia ditarik rekan-rekannya menuju kantor LBH Jakarta karena di tempat itu sudah banyak korban yang membutuhkan pertolongan. Klinik tempatnya bertugas juga sudah tidak bisa digunakan.

Dalam kondisi darurat, Ribka meminta seorang aktivis mengambil alat jahit luka dari Ciledug. Namun karena tidak memahami perlengkapan medis, aktivis tersebut membawa benang jahit pakaian.

"Akhirnya kami memakai benang jahit baju karena benang medis tidak ada," jelasnya.

Ribka mengaku menjahit sejumlah korban tanpa anestesi. Bahkan, seorang korban yang mengalami patah pada jari kelingking harus menjalani amputasi tanpa obat bius.

"Saya bilang kalau sakit bilang 'Merdeka, Hidup Mega'," kenangnya, disambut tawa hadirin.

Meski dilakukan dalam kondisi serba terbatas, Ribka menyebut luka-luka para korban justru sembuh dengan baik tanpa infeksi. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang kariernya sebagai dokter.

Ia menegaskan, peristiwa Kudatuli tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga menjadi simbol perjuangan demokrasi yang dibayar mahal oleh para aktivis dan masyarakat yang mempertahankan suara politiknya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya