Pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Jayapura. (Foto: Dok. Pemkab Jayapura)
Pemerintah Provinsi Papua resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura. Pembangunan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen.
Pembangunan sekolah berbasis asrama dan gratis ini menjadi langkah strategis memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua, terutama di wilayah terpencil.
Proyek ini dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Pusat lewat Kementerian Sosial RI dan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemprov Papua. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jayapura dan Pj Sekda Provinsi Papua.
Wagub Aryoko Rumaropen menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fisik gedung, melainkan investasi jangka panjang membentuk SDM Papua yang unggul.
"Kehadiran Sekolah Rakyat bukti nyata negara hadir memastikan setiap anak Papua memperoleh kesempatan sama mengenyam pendidikan berkualitas," ujar Aryoko dalam keterangannya, Senin, 27 Juli 2026.
Sistem asrama sengaja dirancang agar anak-anak dari daerah pelosok dapat mengenyam pendidikan dengan aman dan berkelanjutan.
Selain fasilitas, Pemprov Papua mendorong keterlibatan putra-putri asli Papua sebagai tenaga pendidik agar proses belajar-mengajar selaras dengan nilai dan budaya setempat.
"Kami dorong semakin banyak putra-putri asli Papua menjadi tenaga pendidik agar proses pembelajaran lebih selaras dengan karakter dan budaya masyarakat setempat," tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri. Menurutnya, Sekolah Rakyat sekaligus menjadi wadah penyerapan tenaga kerja bagi sarjana lulusan luar negeri asal Papua yang belum terserap dunia kerja.
"Kami sudah menyekolahkan banyak anak Papua ke luar negeri. Mereka sudah pulang, tetapi masih menganggur," ungkap Matius.
Ia berharap rekrutmen pengajar di Sekolah Rakyat memprioritaskan talenta lokal agar mereka bisa berkontribusi langsung membina generasi muda di daerahnya.
"Kalau bisa mereka diberi kesempatan mengajar di Sekolah Rakyat, sekaligus membantu adik-adik mereka mendapatkan pendidikan yang layak," pungkas Matius.