Berita

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Jayapura. (Foto: Dok. Pemkab Jayapura)

Politik

Sekolah Rakyat Papua Perluas Akses Pendidikan Generasi Muda

SENIN, 27 JULI 2026 | 18:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Provinsi Papua resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura. Pembangunan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen.

Pembangunan sekolah berbasis asrama dan gratis ini menjadi langkah strategis memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua, terutama di wilayah terpencil.

Proyek ini dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Pusat lewat Kementerian Sosial RI dan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemprov Papua. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jayapura dan Pj Sekda Provinsi Papua.


Wagub Aryoko Rumaropen menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fisik gedung, melainkan investasi jangka panjang membentuk SDM Papua yang unggul.

"Kehadiran Sekolah Rakyat bukti nyata negara hadir memastikan setiap anak Papua memperoleh kesempatan sama mengenyam pendidikan berkualitas," ujar Aryoko dalam keterangannya, Senin, 27 Juli 2026.

Sistem asrama sengaja dirancang agar anak-anak dari daerah pelosok dapat mengenyam pendidikan dengan aman dan berkelanjutan.

Selain fasilitas, Pemprov Papua mendorong keterlibatan putra-putri asli Papua sebagai tenaga pendidik agar proses belajar-mengajar selaras dengan nilai dan budaya setempat.

"Kami dorong semakin banyak putra-putri asli Papua menjadi tenaga pendidik agar proses pembelajaran lebih selaras dengan karakter dan budaya masyarakat setempat," tegasnya.

Dukungan serupa disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri. Menurutnya, Sekolah Rakyat sekaligus menjadi wadah penyerapan tenaga kerja bagi sarjana lulusan luar negeri asal Papua yang belum terserap dunia kerja.

"Kami sudah menyekolahkan banyak anak Papua ke luar negeri. Mereka sudah pulang, tetapi masih menganggur," ungkap Matius.

Ia berharap rekrutmen pengajar di Sekolah Rakyat memprioritaskan talenta lokal agar mereka bisa berkontribusi langsung membina generasi muda di daerahnya.

"Kalau bisa mereka diberi kesempatan mengajar di Sekolah Rakyat, sekaligus membantu adik-adik mereka mendapatkan pendidikan yang layak," pungkas Matius.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya