Berita

Ilustrasi bentrokan. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Rekonsiliasi Diperlukan agar Bentrokan Tak Berujung Aksi Balas Dendam

SENIN, 27 JULI 2026 | 17:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Insiden bentrokan antarkelompok warga di Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang menjadi perhatian serius. Aparat kepolisian diminta memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar konflik serupa tidak kembali terjadi.

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas mengatakan terjadinya konflik horizontal ini harus segera diredam agar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar. 

"Kami meminta aparat kepolisian memperkuat kamtibmas, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi aksi balasan," kata Hasbi di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.


Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026. Bentrokan yang dipicu perselisihan di sebuah kedai makan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sejumlah orang mengalami luka-luka, serta beberapa kendaraan dibakar.

Hasbi menegaskan, menjaga kamtibmas merupakan kunci untuk mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas. Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi akibat terganggunya kegiatan usaha dan pelayanan publik.

"Memperkuat kamtibmas harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan, memprovokasi masyarakat, atau memicu konflik di wilayah lain," ujarnya.

Ia meminta kepolisian meningkatkan patroli di lokasi rawan, memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik, serta mengoptimalkan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. 

Menurutnya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diiringi upaya membangun komunikasi dan rekonsiliasi antarkelompok agar ketegangan tidak terus berlanjut.

Hasbi juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta aparat memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan hingga ke tingkat RT dan RW agar potensi gesekan dapat dideteksi sejak dini.

"Jangan ada yang mau diadu domba atau terpancing oleh provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Semua pihak harus berkomitmen menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Jika ada persoalan, selesaikan melalui dialog dan serahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya