Ilustrasi bentrokan. (Foto: Istimewa)
Insiden bentrokan antarkelompok warga di Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang menjadi perhatian serius. Aparat kepolisian diminta memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar konflik serupa tidak kembali terjadi.
Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas mengatakan terjadinya konflik horizontal ini harus segera diredam agar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.
"Kami meminta aparat kepolisian memperkuat kamtibmas, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi aksi balasan," kata Hasbi di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026. Bentrokan yang dipicu perselisihan di sebuah kedai makan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sejumlah orang mengalami luka-luka, serta beberapa kendaraan dibakar.
Hasbi menegaskan, menjaga kamtibmas merupakan kunci untuk mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas. Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi akibat terganggunya kegiatan usaha dan pelayanan publik.
"Memperkuat kamtibmas harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan, memprovokasi masyarakat, atau memicu konflik di wilayah lain," ujarnya.
Ia meminta kepolisian meningkatkan patroli di lokasi rawan, memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik, serta mengoptimalkan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Menurutnya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diiringi upaya membangun komunikasi dan rekonsiliasi antarkelompok agar ketegangan tidak terus berlanjut.
Hasbi juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta aparat memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan hingga ke tingkat RT dan RW agar potensi gesekan dapat dideteksi sejak dini.
"Jangan ada yang mau diadu domba atau terpancing oleh provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Semua pihak harus berkomitmen menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Jika ada persoalan, selesaikan melalui dialog dan serahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang," pungkasnya.